MHKI Bagikan Dividen Rp2,66 per Saham, Targetkan Tumbuh 15 Persen

PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 9,9 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. (DOK. PT MULTI HANNA KREASINDO TBK)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 23 Juni 2026 | 14:11:54 WIB

JAKARTA – Emiten yang bergerak di bidang pengolahan limbah, PT Multi Hanna Kreasindo Tbk. (MHKI), menetapkan pembagian dividen tunai dengan akumulasi nilai sebesar Rp9,9 miliar atau setara Rp2,66 per lembar saham dari perolehan laba bersih tahun buku 2025. 

Di samping itu, korporasi mematok target kenaikan pendapatan hingga 15% pada tahun 2026.

Direktur Utama Multi Hanna Kreasindo, Alwi, mengutarakan bahwa pembagian keuntungan ini menjadi bentuk penghargaan bagi para pemegang saham yang senantiasa menaruh kepercayaan pada perseroan. 

Langkah strategis ini telah mengantongi persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Senin (22/6/2026).

“Pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan kepada perseroan. Di saat yang sama, kami tetap berfokus pada penguatan kapasitas bisnis dan pengembangan usaha untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Senin (22/6/2026).

Mengacu pada jadwal yang telah dikeluarkan, periode cum dividen untuk pasar reguler serta negosiasi jatuh pada 30 Juni 2026, yang kemudian diikuti ex dividen di pasar reguler serta negosiasi pada 1 Juli 2026.

Sementara itu, cum dividen di pasar tunai berada pada tanggal 2 Juli 2026 dan ex dividen pasar tunai pada 3 Juli 2026. Mekanisme pengiriman dana dividen kepada para pemilik saham dijadwalkan pada 24 Juli 2026.

Jadwal Lengkap Pembagian Dividen Tunai MHKI Tahun Buku 2025:

  • Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 30 Juni 2026 
  • Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 1 Juli 2026 
  • Cum Dividen Pasar Tunai: 2 Juli 2026 
  • Ex Dividen Pasar Tunai: 3 Juli 2026 R
  • ecording Date (Daftar Pemegang Saham yang Berhak atas Dividen): 2 Juli 2026 
  • Tanggal Pembayaran Dividen Tunai: 24 Juli 2026

Kebijakan pembagian keuntungan ini disokong oleh pencapaian positif performa keuangan perseroan di sepanjang tahun 2025. 

Berdasarkan laporan keuangan audit, MHKI berhasil meraup pendapatan senilai Rp212,98 miliar, atau terkerek naik 23,6% dari capaian tahun 2024 yang sebesar Rp172,30 miliar. 

Kenaikan omzet ini dipicu oleh besarnya sumbangsih segmen jasa serta penjualan komoditas, selaras dengan program ekspansi pada lini pengelolaan limbah dan jasa logistik korporasi.

Beriringan dengan lompatan omzet tersebut, keuntungan bersih MHKI juga turut menanjak menjadi Rp39,97 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencatatkan posisi Rp32,19 miliar. Artinya, laba bersih perseroan melesat berkisar 24,2% secara tahunan (year-on-year).

Sesuai pemaparan Alwi, tren positif performa keuangan ini memperlihatkan tingginya permintaan sektor industri terhadap penyedia jasa pengelolaan limbah yang selaras dengan standar lingkungan serta regulasi hukum yang berlaku. 

Ia menerangkan bahwa MHKI mengantongi izin operasional yang menyeluruh meliputi aktivitas pengangkutan, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan limbah B3 maupun non-B3. Kapabilitas inilah yang membuat perseroan sanggup menyajikan pelayanan terintegrasi bagi pelbagai lini industri.

“Perseroan terus memperkuat kapabilitasnya untuk memberikan layanan yang terintegrasi dan memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai sektor industri,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

TARGET PADA TAHUN 2026 MHKI mengincar pertumbuhan pada pos omzet serta laba bersih di rentang 10%-15% untuk periode tahun 2026. 

Target tersebut diupayakan melalui penambahan volume kapasitas pengelolaan limbah, peningkatan mutu layanan konsumen, hingga perluasan area operasional di pelbagai daerah.

Direktur MHKI, Hafidh Djoko Handy Laksono, menyampaikan optimisme bahwa perseroan sanggup mempertahankan tren pertumbuhan usaha pasca menorehkan hasil apik selama tahun 2025.

“Di tahun 2026 kami menargetkan pertumbuhan di kisaran 10%-15%,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hafidh menjelaskan bahwa perseroan memegang komitmen kuat untuk mengolah seluruh limbah milik klien lewat konsep zero waste serta memastikan jalannya operasional patuh pada regulasi lingkungan hidup. 

MHKI juga berfokus mendongkrak efisiensi kerja memanfaatkan implementasi teknologi terkini dalam sistem pengolahan. 

Baginya, penerapan teknologi teranyar merupakan aspek krusial demi menyokong efisiensi sekaligus menjawab tantangan industri.

Guna memuluskan taktik ekspansi tersebut, perusahaan masih memegang sisa dana investasi berkisar Rp48 miliar yang siap disalurkan pada proyek pengembangan fasilitas di Bekasi serta Lamongan, Jawa Timur. 

Alokasi dana ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas operasional sekaligus memperbesar volume pengolahan limbah di kedua wilayah kerja tersebut.

Pihak MHKI menilai prospek bisnis di sektor ini masih sangat cerah seiring bergeliatnya aktivitas manufaktur nasional, meningkatnya kesadaran korporasi terhadap aspek keberlanjutan, serta ketatnya penegakan aturan lingkungan. 

Sebagai bagian dari peta jalan pertumbuhan, perseroan juga sudah merealisasikan porsi investasi pada triwulan I/2026, di antaranya untuk perluasan area operasional di Lamongan dan penguatan sarana infrastruktur di Semarang. 

Langkah-langkah strategis ini diaplikasikan untuk mendongkrak kapasitas olah, memperlebar area jangkauan, serta memaksimalkan kualitas pelayanan bagi konsumen.

Reporter: Ibtihal