Pendapatan Tumbuh 10% Persen, Pupuk Indonesia Akselerasi Hilirisasi
JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memantapkan pilar bisnisnya melalui langkah peningkatan efisiensi, pembenahan tata kelola, serta percepatan program revitalisasi dan hilirisasi.
Skenario penting ini diterapkan oleh korporasi guna mempertahankan tren pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus melejitkan daya saing industri pupuk di level nasional.
Pada tahun buku 2025, Pupuk Indonesia berhasil membukukan pendapatan audited mencapai Rp90,4 triliun, atau memperlihatkan kenaikan sebesar 10% jika dikomparasikan dengan tahun fiskal sebelumnya.
Pencapaian positif ini berhasil direnggut berkat adanya penguatan tata kelola bisnis serta optimalisasi efisiensi operasional, yang menyajikan ruang finansial lebih lapang bagi korporasi dalam mengeksekusi investasi strategis.
Kokohnya fundamental bisnis perusahaan ini juga memperoleh sokongan dari reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang diluncurkan pemerintah. Melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025, sistem distribusi pupuk diformulasikan menjadi lebih ringkas sehingga mempercepat proses penyaluran ke tangan petani serta mendongkrak efektivitas program subsidi tersebut.
Langkah reformasi tersebut kemudian diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, yang mengubah skema subsidi pupuk dari metode cost plus menjadi market-to-market.
Perubahan kebijakan ini dinilai sanggup membenahi struktur pembiayaan industri pupuk, sekaligus menyajikan ruang yang lebih fleksibel bagi perusahaan untuk mengeksekusi investasi yang produktif.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, menjelaskan bahwa penguatan tata kelola serta efisiensi menjadi landasan krusial bagi korporasi untuk mempertahankan kinerja sekaligus mengakselerasi ekspansi bisnis.
“Fondasi tersebut memungkinkan kami untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat investasi yang memperkuat daya saing dan membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan,” ujar Yehezkiel dalam keterangan resmi.
Keleluasaan investasi yang semakin lapang kini dipusatkan untuk mempercepat program revitalisasi pabrik serta ekspansi bisnis ke sektor hilir.
Dalam jangka waktu lima tahun mendatang, Pupuk Indonesia mematok target untuk membangun dan meremajakan tujuh pabrik demi mendongkrak efisiensi energi, kapasitas produksi, serta keandalan operasional secara keseluruhan.
Salah satu agenda yang telah diselesaikan adalah proyek revamping pabrik amonia Pabrik-2 kepunyaan Pupuk Kalimantan Timur.
Agenda tersebut sukses memangkas tingkat konsumsi gas hingga di atas 10%, sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional korporasi.
Pada lini hilirisasi, Pupuk Indonesia terus memperlebar portofolio bisnisnya lewat rentetan proyek strategis.
Saat ini, perusahaan sedang mendirikan pabrik soda ash dengan kapasitas mencapai 300.000 ton per tahun di Bontang, Kalimantan Timur, sekaligus menggarap proyek pabrik metanol demi menyokong keperluan industri dalam negeri serta memperkokoh ketahanan energi nasional.
Melalui rentetan proyek tersebut, korporasi berharap bisa melahirkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian domestik, memangkas ketergantungan pada impor komoditas strategis, serta mendongkrak daya saing industri pupuk tanah air di kancah regional.
Selaras dengan penguatan lini bisnis itu, Pupuk Indonesia kembali menembus daftar Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500) 2026, yang menghimpun 500 korporasi terbesar di Asia Tenggara mengacu pada pendapatan tahun buku 2025. Dalam pemeringkatan tersebut, Pupuk Indonesia menduduki posisi ke-68.
Pencapaian ini merefleksikan kesuksesan korporasi dalam memelihara pertumbuhan bisnis di tengah pelaksanaan tugas strategis demi menyokong ketahanan pangan nasional.