Pasar Obligasi Melemah, ORI030 Dinilai Masih Berpeluang Dilirik

Pasar obligasi melemah sepanjang Juni 2026, Indobex Government Bond turun 1,77 persen. (Foto: Kontan)
Penulis: Ibtihal
Minggu, 05 Juli 2026 | 12:48:23 WIB

JAKARTA – Kondisi pasar obligasi yang masih diliputi tekanan diprediksi tidak akan secara langsung menurunkan antusiasme investor terhadap penawaran Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 yang dijadwalkan mulai ditawarkan oleh pemerintah pada Senin (6/7/2026).

Situasi pasar obligasi saat ini memang sedang melemah. Merujuk pada data pergerakan indeks obligasi, Indobex Government Bond Total Return Index mengalami penurunan sebesar 1,77 persen sepanjang Juni 2026.

Di sisi lain, Indobex Corporate Bond Total Return Index tercatat terkoreksi sebesar 0,42 persen dalam rentang waktu yang sama.

Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, berpendapat bahwa posisi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang bertahan di level tinggi bisa menjadi faktor pendukung bagi ORI030, asalkan pemerintah berani menawarkan tingkat kupon yang kompetitif.

Menurut Rizal, lingkungan suku bunga tinggi membuka peluang bagi investor ritel untuk mendapatkan imbal hasil tetap yang menarik untuk jangka menengah hingga panjang. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kalau kupon ORI030 ditetapkan kompetitif, kondisi suku bunga tinggi justru bisa menjadi daya tarik karena kami investor ritel dapat mengunci kupon tetap di level yang relatif menarik," ujar Rizal, Rabu (1/7/2026).

Walau demikian, Rizal mengingatkan bahwa ORI adalah instrumen yang bisa diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder. Berdasarkan karakteristik tersebut, harga ORI memiliki potensi fluktuasi yang mengikuti pergerakan yield obligasi di pasar. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Harga ORI di pasar sekunder bisa turun apabila yield obligasi kembali naik. Jadi, investor tetap perlu memahami risiko pergerakan harga tersebut," katanya.

Di sisi lain, Rizal menilai prospek ORI030 tetap baik, khususnya bagi investor yang mengincar instrumen investasi dengan profil risiko yang relatif rendah.

Selain memberikan kupon tetap, ORI juga mendapatkan jaminan penuh dari pemerintah dan dikenakan tarif pajak yang lebih rendah daripada bunga deposito, sehingga menjadikannya pilihan investasi menarik di tengah ketidakpastian pasar.

Kendati demikian, keberhasilan penyerapan ORI030 selama masa penawaran akan sangat bergantung pada besaran kupon final yang diputuskan pemerintah.

Rizal beranggapan bahwa jika kupon yang ditawarkan berada di bawah imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder atau bunga deposito, minat investor berisiko tertahan.

Sebaliknya, kupon yang kompetitif dapat memperkuat posisi ORI030 sebagai instrumen investasi defensif. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, 

"Kalau kupon yang ditawarkan terlalu rendah dibandingkan yield SBN di pasar sekunder maupun bunga deposito, minat investor bisa tertahan. Sebaliknya, jika kupon cukup atraktif, ORI030 berpotensi menjadi instrumen defensif di tengah tekanan pasar obligasi," kata Rizal.

Reporter: Ibtihal