PLN Amankan Pasokan Batubara hingga 2026 demi Cegah Pemadaman

PLTU Paiton di Probolinggo Jawa Timur. (Foto: Dok PLN)
Penulis: Ibtihal
Minggu, 05 Juli 2026 | 14:56:21 WIB

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan bahwa kondisi sistem kelistrikan di wilayah Pulau Jawa saat ini berangsur pulih dan semakin andal. 

Guna mengantisipasi terulangnya insiden pemadaman listrik secara bergilir, korporasi pelat merah tersebut telah mengamankan pasokan cadangan batubara berkalori menengah hingga tinggi hingga akhir tahun 2026.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah konkret bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna menyikapi penurunan volume produksi batubara berkalori tinggi, yang sebelumnya sempat mengganggu ketersediaan bahan bakar untuk pembangkit listrik. 

Berkat adanya instruksi khusus dari pemerintah, PLN berhasil memperoleh tambahan pasokan batubara dengan nilai kalori minimal 4.500 ke atas di luar dari kesepakatan kontrak yang tengah berjalan.

"Ini sebesar 1,8 juta ton on top dari existing supply untuk bulan Juli, dan 3 juta ton per bulan dari bulan Agustus sampai bulan Desember. Sehingga di sini ada penambahan kapasitas daya mampu pasok sebesar 5 GW di atas 35,9 GW, yang tentu saja ini membuat sistem pelistikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi," ujar Darmawan sebagaimana dilansir dari berita sumber, Kamis (2/7/2026).

Menurut penuturan Darmawan, tambahan suplai tersebut mampu mendongkrak keandalan sistem kelistrikan di area Jawa secara signifikan setelah sebelumnya sempat terhambat oleh keterbatasan pasokan energi primer. 

Ia berpandangan langkah ini merupakan jalan keluar instan guna menanggulangi pemadaman bergilir yang akhir-akhir ini dikeluhkan oleh kelompok masyarakat serta pelaku industri.

"Ini tentu saja membuat sistem di Jawa ini yang tadinya memang kami mengakui adanya pemadaman bergilir ini sistemnya langsung meningkat menjadi jauh lebih andal," ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Darmawan memaparkan, merosotnya output produksi batubara berkalori menengah dan tinggi di lingkup domestik sempat memicu tantangan operasional pada unit pembangkit listrik PLN, khususnya untuk jaringan Jawa yang memikul kebutuhan energi berskala sangat besar. 

Namun, lewat koordinasi yang intensif antara PLN bersama Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), pihak pemerintah mengeluarkan kebijakan penugasan baru demi memastikan kebutuhan batubara pembangkit tetap terpenuhi hingga akhir tahun.

"Kami memberikan apresiasi luar biasa karena untuk bulan Juli ini alokasi penugasan dan kontrak yang sudah kami tindak lanjuti berjalan dengan baik kemudian diikuti juga dengan penugasan untuk bulan Agustus, September, Oktober, November, sampai bulan Desember," tandasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui penambahan pasokan tersebut, pihak PLN merasa optimis tingkat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa bakal terus merangkak naik, sehingga sanggup menjaga kesinambungan pasokan listrik untuk keperluan rumah tangga, sektor bisnis, hingga area kawasan industri.

Dalam kesempatan yang sama, problem pemadaman listrik secara bergilir yang sempat menyita perhatian publik turut menuai sorotan dari anggota Komisi XII DPR RI. 

Anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian, mendesak penjelasan mendalam terkait pemicu blackout, rentang waktu pemadaman, hingga daftar wilayah yang terdampak.

Ramson berpendapat, seturut data informasi yang ia terima, kendala operasional tersebut disinyalir bukan bersumber dari problem di jaringan transmisi, melainkan bermuasa pada sisi pembangkit listrik itu sendiri.

"Karena ini banyak keluhan Pak, seperti di Dapil saya, sebentar 3 jam dia pemadaman. Padahal setahu saya, kami masih oversupply energi listriknya tolong dijelaskan," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Ibtihal