Daftar Harga Sembako Jatim Hari Ini: Minyak Naik dan Cabai Murah
SURABAYA - Nilai jual sembako di wilayah Jawa Timur (Jatim) senantiasa memperlihatkan pergerakan yang fluktuatif setiap harinya. Untuk hari ini, banderol bagi semua varian beras, minyak goreng curah, serta minyak goreng kemasan premium bergerak naik.
Di sisi lain, harga untuk semua macam daging, semua jenis telur, garam bata, seluruh varian cabai, hingga semua jenis bawang justru memperlihatkan penurunan.
Mengikuti perkembangan harga bahan pokok saban hari menjadi aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Bukan sekadar mempermudah warga dalam mengatur pengeluaran belanja harian, data ini pun krusial demi menjaga stabilitas dana rumah tangga supaya tidak membengkak di kala kondisi harga sedang tidak menentu.
Sembako sendiri merupakan kependekan dari sembilan bahan pokok. Komoditas ini menjadi kebutuhan primer yang sangat diperlukan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari demi mencukupi kebutuhan nutrisi sekaligus keperluan rumah tangga lainnya.
Sembilan macam kebutuhan utama warga tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi beserta daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah sekaligus bawang putih, gas elpiji bersama minyak tanah, serta garam.
Di samping sembilan komoditas primer tersebut, nilai jual kebutuhan dapur yang mempunyai peran tidak kalah krusial adalah cabai.
Berikut merupakan daftar ongkos sembako paling anyar di kawasan Jawa Timur, Kamis 9 Juli 2026, yang dihimpun melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur.
- Beras Premium: Rp 15.037/kg
- Beras Medium: Rp 12.949/kg
- Gula kristal putih: Rp 17.119/kg
- Minyak goreng curah: Rp 20.517/kg
- Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.794/liter
- Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.654/liter
- Minyak goreng Minyakita: Rp 16.067/liter
- Daging sapi paha belakang: Rp 125.679/kg
- Daging ayam ras: Rp 30.902/kg
- Daging ayam kampung: Rp 67.483/kg
- Telur ayam ras: Rp 22.973/kg
- Telur ayam kampung: Rp 45.679/kg
- Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.518 370 gr/kl
- Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.480 370 gr/kl
- Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.696 400 gr/dos
- Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.291 400 gr/dos
- Garam bata: Rp 41.291
- Garam halus: Rp 9.294/kg
- Cabai merah keriting: Rp 31.201/kg
- Cabai merah besar: Rp 29.777/kg
- Cabai rawit merah: Rp 43.862/kg
- Bawang merah: Rp 35.372/kg
- Bawang putih: Rp 35.104/kg
- Gas elpiji: Rp 19.841
Menilik pada data harga bahan pokok di Jawa Timur hari ini, beras premium merangkak naik Rp 58 atau 0,39%, beras medium terangkat Rp 2 atau 0,01%, minyak goreng curah bertambah naik 126 atau 0,62%, serta minyak goreng kemasan premium menguat Rp 2 atau 0,01%.
Sementara itu, daging ayam kampung menyusut Rp 2.431 atau 3,48%, telur ayam kampung merosot Rp 484 atau 1,05%, cabai merah keriting terpangkas Rp 583 atau 1,83 persen, dan cabai merah besar melorot Rp 1.163 atau 3,76 persen.
Faktor Pergeseran Harga Sembako
Pergeseran pada nilai jual sembako distimulasi oleh bermacam-macam aspek. Mulai dari ongkos produksi, regulasi yang diambil pemerintah, nilai tukar mata uang, hingga faktor iklim. Di bawah ini adalah sejumlah faktor yang memicu naik serta turunnya nilai jual sembako:
- Apabila tingkat permintaan melonjak namun pasokan yang ditawarkan stagnan atau justru menyusut, maka harga berpotensi merangkak naik. Begitu pula sebaliknya, bila pasokan barang melimpah melebihi total permintaan, maka harga bisa jatuh.
- Kondisi cuaca yang ekstrem, terjadinya bencana alam, atau pergeseran musim bisa mengganggu jalannya sektor produksi pertanian. Minimnya ketersediaan stok akibat cuaca yang tidak bersahabat memicu terjadinya lonjakan harga.
- Ketentuan mengenai impor, pemberian subsidi, penerapan pajak, atau berbagai aturan lain yang dirilis oleh pemerintah turut mengintervensi nilai jual sembako. Contohnya saja seperti kebijakan restriksi impor atau pergeseran tarif pajak.
- Melambungnya harga bahan mentah, pupuk, bahan bakar, hingga upah bagi para pekerja bisa mendongkrak biaya produksi serta aspek logistik, yang pada akhirnya memengaruhi nilai jual sembako.
- Pergerakan nilai tukar mata uang, khususnya apabila komoditas dasar tersebut didatangkan lewat jalur impor, bisa memengaruhi harga jual. Pelemahan nilai mata uang domestik bakal memicu komoditas impor menjadi lebih menguras kantong.
- Tingkat inflasi yang tinggi berpotensi memicu lonjakan harga sembako lantaran meningkatnya ongkos bagi barang maupun jasa. Situasi ini pun bisa semakin diperparah oleh kondisi perekonomian yang tidak mapan.
- Kendala pada jalur distribusi layaknya hambatan lalu lintas, aksi mogok kerja, atau problem logistik lainnya dapat memicu keterlambatan proses pengiriman, sehingga menggerus pasokan stok dan mendongkrak harga di pasar.
Bermacam faktor tersebut membuat nilai jual sembako kerap berubah-ubah, sehingga memerlukan pemantauan berkala beserta regulasi yang pas guna menjaga ketahanan pasar. Angka jual sembako ini pun dapat bervariasi di tiap-tiap pasar. Nominal yang tercantum di atas merupakan nominal rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.