Rupiah Hari Ini 10 Juli 2026 Diprediksi Melemah ke Rp18.200

Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS). (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 10 Juli 2026 | 09:31:55 WIB

JAKARTA — Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bakal bergerak dinamis dengan kecenderungan terkoreksi di rentang Rp18.050 sampai Rp18.200 per dolar AS pada sesi perdagangan hari ini, Jumat (10/7/2026). 

Merujuk pada catatan analisis Doo Financial Futures, saat penutupan perdagangan Kamis (9/7), mata uang rupiah berakhir merosot sebesar 0,63% menuju level Rp18.128 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memaparkan bahwa kurs rupiah kembali berada dalam kondisi tertekan pada sesi transaksi hari ini. 

Mata uang Indonesia ditutup melemah akibat imbas dari perpaduan sentimen domestik yang kurang bergairah serta eskalasi ketegangan geopolitik internasional. 

From dalam negeri, kemerosotan rupiah dipicu oleh merosotnya Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) serta kelesuan sektor penjualan ritel Indonesia, yang memicu kecemasan atas daya beli publik dan proyeksi tingkat konsumsi domestik. 

Kondisi ini pada akhirnya mengikis ketertarikan para pemodal terhadap aset-aset berbasis rupiah.

"Sementara itu, tekanan dari eksternal datang dari meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Sentimen geopolitik kembali bergolak pasca statmen dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendeklarasikan usainya masa gencatan senjata, sehingga mempertebal kekhawatiran pelaku pasar atas potensi meluasnya konflik di wilayah tersebut.

Kendati tidak terdapat jadwal publikasi data ekonomi krusial dari ranah domestik ataupun mancanegara pada sesi perdagangan esok, para pelaku pasar diprediksi akan terus memonitor dinamika situasi geopolitik di Timur Tengah sebagai elemen primer penggerak pasar valuta asing. 

Di samping itu, penanam modal pun akan tetap mengalkulasi konsekuensi dari penurunan indikator ekonomi dalam negeri terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa bulan mendatang.

Melalui kombinasi dari rentetan sentimen tersebut, dinamika pergerakan rupiah diproyeksikan masih berada dalam tekanan. 

Nilai tukar diperkirakan beraktivitas pada rentang Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS pada sesi transaksi Jumat (10/7), selaras dengan masih tingginya animo permintaan atas dolar AS di tengah melesatnya ketidakpastian global.

Reporter: Ibtihal