Selasa, 31 Maret 2026

Garuda Indonesia Catat Pemulihan Bisnis 2024 dengan Pendapatan Rp56,7 Triliun

Garuda Indonesia Catat Pemulihan Bisnis 2024 dengan Pendapatan Rp56,7 Triliun
Foto: Garuda Indonesia

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, maskapai pelat merah nasional, melaporkan pemulihan kinerja bisnis yang signifikan sepanjang tahun 2024. Pendapatan konsolidasi perusahaan meningkat 16,34%, dari US$2,94 miliar pada 2023 menjadi US$3,42 miliar atau sekitar Rp56,7 triliun (kurs Rp16.600) pada 2024. Namun, meski capaian operasional positif, Garuda masih mencatatkan kerugian bersih sebesar US$69,78 juta atau Rp1,15 triliun.

Lonjakan pendapatan ini didorong oleh pertumbuhan jumlah penumpang yang signifikan. Garuda Indonesia Group berhasil mengangkut 23,67 juta penumpang sepanjang 2024, naik 18,54% dari 19,97 juta penumpang pada 2023. Dari total tersebut, Garuda Indonesia melayani 11,39 juta penumpang, sedangkan anak usahanya, Citilink, mengangkut 12,28 juta penumpang. Frekuensi penerbangan grup juga meningkat 12,21%, dari 145.500 penerbangan pada 2023 menjadi 163.271 penerbangan pada 2024.

“Dynamika industri penerbangan global yang penuh tantangan dan kondisi ekonomi makro yang fluktuatif menjadi latar belakang kinerja kami di 2024. Meski begitu, kami berhasil mencatatkan pertumbuhan yang positif,” ujar Wamildan dalam keterangan resmi pada Kamis, 27 Maret 2025.

Baca Juga

Promo Alfamart 30 Maret 2026 Hadirkan Diskon Besar Kebutuhan Rumah Tangga

Rincian Pendapatan

Secara terperinci, pendapatan penerbangan berjadwal Garuda Indonesia tumbuh 15,32% menjadi US$2,74 miliar pada 2024. Angka ini ditopang oleh pendapatan angkutan penumpang sebesar US$2,57 miliar serta kargo dan dokumen senilai US$164,70 juta. Sementara itu, penerbangan tidak berjadwal mencatatkan pendapatan US$333,75 juta, naik 15,87%, dengan kontribusi besar dari layanan charter yang melonjak 101,06% menjadi US$106,27 juta dari sebelumnya US$52,86 juta.

Pendapatan lain juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 25,79%, mencapai US$340,37 juta. Anak usaha Garuda, seperti GMF AeroAsia, menyumbang US$102,71 juta dari layanan pemeliharaan pesawat, sementara sektor aerowisata menghasilkan US$40,96 juta dari biro perjalanan, meningkat 37,12%.

Faktor Kerugian

Meski pendapatan meningkat, Garuda mencatat kerugian akibat beberapa faktor. Beban usaha naik 18,32%, terutama karena biaya pemeliharaan dan overhaul pesawat yang lebih tinggi pada 2024. Selain itu, pendapatan lain-lain anjlok 77,39% dibandingkan 2023, karena absennya transaksi luar biasa seperti gain from bonds retirement dan pendapatan restrukturisasi anak perusahaan yang tercatat pada tahun sebelumnya.

Penguatan Armada

Untuk mendukung operasional ke depan, Garuda telah menambah dua pesawat narrow body Boeing 737-800NG (PK-GUF dan PK-GUG) sejak akhir 2024 hingga Kuartal I 2025. Mulai Kuartal II 2025, dua pesawat tambahan, PK-GUH (MSN-44218) dan PK-GUI (MSN-44217), akan beroperasi setelah menyelesaikan proses perawatan. Armada baru ini akan melayani rute domestik dan internasional.

Garuda Indonesia terus berkomitmen memperkuat kinerja operasional dan layanan di tengah tantangan industri penerbangan, sambil mempersiapkan langkah strategis untuk mendukung pemulihan penuh di masa mendatang.

(kkz/kkz)

Kevin Khanza

Kevin Khanza

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pertamina Kembangkan Sumur Manpatu Lepas Pantai Balikpapan Secara Bertahap

Pertamina Kembangkan Sumur Manpatu Lepas Pantai Balikpapan Secara Bertahap

Faktor Peningkatan Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Selama Lebaran 2026

Faktor Peningkatan Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Selama Lebaran 2026

KRL Green Line Padat Penumpang Saat Hari Pertama Kerja Usai Lebaran

KRL Green Line Padat Penumpang Saat Hari Pertama Kerja Usai Lebaran

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Jadwal Lengkap KRL Solo Jogja Senin 30 Maret 2026 Terbaru Hari Ini

Jadwal Lengkap KRL Solo Jogja Senin 30 Maret 2026 Terbaru Hari Ini