Langkah Strategis DAAZ Memperkuat Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Melalui Konsorsium Global

EK
Senin, 02 Februari 2026
Langkah Strategis DAAZ Memperkuat Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Melalui Konsorsium Global
Langkah Strategis DAAZ Memperkuat Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Melalui Konsorsium Global

JAKARTA - Sektor hilirisasi nikel Indonesia kedatangan pemain baru yang semakin memperkuat ambisi menjadi pusat baterai kendaraan listrik dunia. PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) secara resmi mengumumkan keterlibatannya dalam konsorsium pengembangan ekosistem electric vehicle (EV) di tanah air.

Langkah besar ini diresmikan melalui penandatanganan Framework Agreement oleh anak usahanya, Daaz Nexus Energy Limited, pada akhir Januari 2026.Kemitraan ini bukan main-main karena melibatkan raksasa industri seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Industri Baterai Indonesia (IBI), serta HYD Investment Limited—sebuah entitas bentukan kolaborasi global antara Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd dan EVE Energy Co Ltd.

Sinergi Raksasa untuk Hilirisasi Energi Baru

Keterlibatan DAAZ dalam konsorsium ini menempatkan perseroan di garis depan bersama para pemain utama rantai pasok material energi baru. Huayou Cobalt dikenal sebagai pemimpin global dalam pemrosesan material baterai, sementara EVE Energy merupakan produsen baterai terkemuka. Gabungan kekuatan ini, ditambah dengan cadangan mineral dari Antam, menciptakan fondasi yang sangat kuat bagi ekosistem EV nasional.

Meski demikian, manajemen DAAZ memberikan catatan bahwa kesepakatan ini masih berada pada fase awal. Framework Agreement yang ditandatangani bersifat sebagai kerangka kerja dasar. Hal ini berarti belum ada kewajiban investasi yang bersifat final atau mengikat secara hukum bagi semua pihak sebelum perjanjian definitif disepakati.

Prinsip Kehati-hatian dan Tata Kelola Perusahaan

Dalam keterbukaan informasinya, manajemen DAAZ menekankan pentingnya kepatuhan dan tata kelola yang baik dalam setiap tahapan kerja sama ini. Realisasi investasi dan operasional lebih lanjut masih harus melewati berbagai proses perundingan serta pemenuhan syarat-syarat pendahuluan."Pelaksanaan kerja sama selanjutnya masih bergantung pada pemenuhan ketentuan prasyarat pendahuluan, serta perundingan dan penandatanganan perjanjian-perjanjian definitif," tulis manajemen DAAZ.

Hingga saat ini, penandatanganan nota kesepahaman tersebut belum memberikan dampak langsung terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha harian perseroan. Namun, secara strategis, posisi DAAZ sebagai emiten barang baku yang memperdagangkan nikel dan BBM industri semakin kokoh di mata investor.

Profil DAAZ Dari Perdagangan Logam ke Ekosistem EV

DAAZ yang melantai di papan utama Bursa Efek Indonesia memiliki portofolio bisnis yang cukup luas di sektor komoditas. Fokus utama mereka selama ini mencakup perdagangan besar bijih nikel, batu bara, dan bahan bakar minyak (BBM) jenis high speed diesel. Selama ini, pasokan nikel DAAZ telah menjadi urat nadi bagi berbagai smelter di wilayah Sulawesi.

Masuknya DAAZ ke dalam konsorsium hilirisasi ini merupakan evolusi alami dari model bisnis mereka. Dengan rekam jejak memasok komoditas ke industri berat, keterlibatan dalam produksi material baterai adalah langkah "naik kelas" yang strategis untuk menangkap peluang ekonomi hijau yang terus tumbuh.

Respons Positif Pasar Modal Terhadap Aksi Korporasi

Pasar merespons kabar ini dengan sangat antusias. Setelah sempat mengalami tekanan jual selama dua hari berturut-turut pada 28 dan 29 Januari, saham DAAZ langsung berbalik arah ( rebound ) secara signifikan. Pada penutupan perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, saham DAAZ melonjak tajam sebesar 11,01 persen ke level harga Rp3.730.

Sentimen positif ini menunjukkan bahwa investor melihat peluang pertumbuhan jangka panjang dari kolaborasi DAAZ dengan Antam dan mitra global lainnya. Meski perjalanannya masih panjang, keterlibatan DAAZ dalam konsorsium ini memberikan sinyal kuat bahwa Indonesia siap menjadi pemain dominan dalam rantai nilai baterai EV global.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua