Komitmen Penuh PLN Perkuat Hilirisasi Baterai Nasional Bersama Industri Baterai Indonesia

EK
Selasa, 03 Februari 2026
Komitmen Penuh PLN Perkuat Hilirisasi Baterai Nasional Bersama Industri Baterai Indonesia
Komitmen Penuh PLN Perkuat Hilirisasi Baterai Nasional Bersama Industri Baterai Indonesia

JAKARTA - Upaya Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok energi global semakin nyata melalui penguatan sinergi antara PT PLN (Persero) dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBC). Langkah besar ini ditandai dengan dukungan penuh PLN terhadap kolaborasi strategis IBC bersama mitra global, menyusul penandatanganan kesepakatan kerangka kerja yang dilakukan di Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026.

Proyek hilirisasi baterai terintegrasi ini bukan sekadar rencana bisnis biasa, melainkan investasi masif senilai total 6 miliar dolar AS. Dengan target kapasitas produksi mencapai 20 gigawatt hour (GWh), proyek ini diproyeksikan menjadi katalis ekonomi yang mampu menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja baru di tanah air.

Memprioritaskan Kedaulatan Sumber Daya Alam dan Tenaga Kerja Lokal

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam arahannya menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus searah dengan visi besar negara. Ia menegaskan kembali pesan dari Presiden Prabowo Subianto bahwa kepentingan nasional harus berada di atas segalanya dalam setiap proyek strategis.

“Saya ulangi arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa dalam rangka pengelolaan sumber daya alam, baik sekarang maupun ke depan, kita harus memprioritaskan kepentingan negara,” ujar Bahlil secara tegas.

Lebih lanjut, Bahlil juga menaruh perhatian khusus pada aspek lokalitas. Pengembangan ekosistem baterai di Jawa Barat serta pembangunan tambang dan pabrik hilirisasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, wajib melibatkan perusahaan dan sumber daya manusia lokal secara maksimal.

“Yang bisa dikerjakan dalam negeri, pakai tenaga kerja dalam negeri. Yang tidak bisa dikerjakan, baru ambil dari luar. Karena ini adalah bagian daripada komitmen kita,” tambah Bahlil, mengingatkan pentingnya kedaulatan industri.

Integrasi Baterai untuk Revolusi Kendaraan Listrik dan Energi Hijau

Pemanfaatan hasil produksi baterai dari proyek ini direncanakan akan melampaui sektor otomotif. Selain untuk mendukung akselerasi kendaraan listrik, baterai hasil produksi dalam negeri ini akan menjadi komponen vital dalam mendukung program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt yang tengah dicanangkan pemerintah.

Menurut Bahlil, inovasi ini adalah bagian dari desain besar transisi energi yang komprehensif. "Jadi ini tidak hanya untuk baterai mobil (listrik), tapi ini juga didesain untuk baterai panel surya," ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem baterai tersebut akan menjadi tulang punggung bagi stabilitas pasokan energi terbarukan di masa depan.

Misi Penguasaan Teknologi Melalui Kemitraan Strategis Global

Dari sisi operasional, Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menjelaskan bahwa kesepakatan yang baru ditandatangani tersebut merupakan batu lonjakan awal. Fokus utama IBC dalam kerja sama ini adalah memastikan adanya transfer teknologi yang signifikan dari mitra global kepada pelaku industri lokal.

"Melalui kemitraan dengan pelaku industri global terkemuka, kami ingin memastikan terjadinya transfer pengetahuan dan teknologi yang akan memperkuat fondasi industri baterai terintegrasi nasional dalam jangka panjang, sekaligus mendukung agenda transisi energi Indonesia,” jelas Aditya.

Aditya menambahkan bahwa setelah penandatanganan ini, proyek akan segera memasuki tahap studi kelayakan bersama (joint feasibility study) untuk mengkaji berbagai aspek secara mendalam. Kolaborasi antara IBC, PT Aneka Tambang (ANTAM), dan Konsorsium HYD Investment Limited (HYD) ini diharapkan dapat mencapai kesepakatan definitif dalam waktu dekat.

“Jadi, ini masih awal. Setelah ini masih akan ada joint feasibility study, baru nanti ada definitive agreement dan seterusnya. Jadi, ini awal dari perjalanan bersama ANTAM dan Konsorsium HYD. Kita harapkan, dalam tahun ini juga bisa diselesaikan,” tuturnya optimis.

Dukungan PLN dalam Membangun Ekosistem Kelistrikan yang Andal

Menanggapi inisiatif besar ini, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pihak PLN siap berdiri di baris terdepan untuk menyukseskan industri baterai terintegrasi. Bagi PLN, ketersediaan baterai produksi lokal merupakan kunci untuk membangun sistem kelistrikan nasional yang tidak hanya andal, tetapi juga mandiri dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya di Jakarta pada Senin, 2 Februari 2026, Darmawan menyebutkan bahwa langkah ini sangat strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Penguatan ekosistem baterai dinilai akan memudahkan PLN dalam mengelola fluktuasi energi terbarukan serta mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat.

"Industri baterai terintegrasi menjadi elemen kunci dalam membangun sistem kelistrikan yang lebih adaptif dan andal. Bagi PLN, penguatan ekosistem baterai dalam negeri mendukung pemanfaatan energi terbarukan secara optimal, mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta memperkuat ketahanan pasokan energi nasional,” tutup Darmawan.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Indonesia tidak hanya berambisi menjadi produsen, tetapi juga pemilik teknologi dan pasar baterai dunia, membawa manfaat nyata bagi ekonomi domestik dan kelestarian lingkungan global.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua