Daftar Harga Pangan Nasional Hari Ini Cabai Rawit Merah Tembus Rp64.150

EK
Rabu, 04 Februari 2026
Daftar Harga Pangan Nasional Hari Ini Cabai Rawit Merah Tembus Rp64.150
Daftar Harga Pangan Nasional Hari Ini Cabai Rawit Merah Tembus Rp64.150

JAKARTA - Dinamika harga kebutuhan pokok di pasar domestik masih menunjukkan tren yang tidak menentu pada awal Februari ini. 

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional di bawah naungan Bank Indonesia merilis data terbaru pada Selasa (3/2/2026) pagi, yang memperlihatkan adanya fluktuasi signifikan pada sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran. 

Fenomena ini menjadi alarm tersendiri bagi daya beli masyarakat, mengingat beberapa bahan dapur utama masih tertahan di angka yang cukup tinggi.

Berikut adalah laporan mendalam mengenai kondisi harga pangan nasional yang dirangkum untuk membantu Anda mengatur anggaran belanja rumah tangga.

Lonjakan Drastis pada Komoditas Cabai dan Bumbu Dapur

Sektor hortikultura, khususnya keluarga cabai, menjadi penyumbang volatilitas tertinggi dalam perdagangan hari ini. 

Cabai rawit merah menjadi primadona sekaligus beban bagi konsumen karena harganya yang kini menyentuh Rp64.150 per kilogram (kg). Angka ini menunjukkan tekanan yang kuat di sisi pasokan atau distribusi.

Tidak hanya rawit merah, jenis cabai lainnya pun ikut membara. Cabai rawit hijau dibanderol seharga Rp52.200 per kg, disusul oleh cabai merah keriting di level Rp41.050 per kg, dan cabai merah besar yang dipatok Rp39.800 per kg. 

Sementara itu, duo bumbu wajib dapur lainnya juga masih stabil tinggi; bawang merah tercatat berada di harga Rp43.200 per kg dan bawang putih menyusul di angka Rp40.400 per kg.

Analisis Harga Beras Berbagai Kualitas di Tingkat Eceran

Sebagai makanan pokok utama, pergerakan harga beras selalu menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Berdasarkan data PIHPS, harga beras saat ini sangat bervariasi tergantung pada klasifikasi kualitasnya. 

Bagi masyarakat yang mencari pilihan ekonomis, beras kualitas bawah I dan II saat ini dihargai masing-masing Rp14.400 per kg.Untuk kategori yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, yakni beras kualitas medium I, harganya kini berada di level Rp15.950 per kg, sedangkan medium II terpaut tipis di angka Rp15.750 per kg. 

Bagi konsumen yang mengincar kualitas premium, beras super I dibanderol Rp17.150 per kg dan beras super II dipasarkan seharga Rp16.700 per kg. Stabilitas harga di sektor ini sangat krusial untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Update Harga Protein Hewani: Daging Sapi dan Telur Ayam

Sektor protein hewani juga tak luput dari fluktuasi. Telur ayam ras, yang merupakan sumber protein paling terjangkau bagi sebagian besar keluarga Indonesia, kini berada di level Rp31.450 per kg. 

Meski tampak stabil, angka ini masih dianggap cukup berat bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang berbasis bahan baku telur.

Sementara itu, untuk daging ayam ras, pedagang eceran mematok harga Rp40.300 per kg. Di sisi lain, harga daging sapi masih menunjukkan angka yang substansial. 

Daging sapi kualitas I tercatat paling mahal dengan harga Rp143.050 per kg, sedangkan untuk kualitas II berada sedikit di bawahnya, yakni Rp135.250 per kg. Tingginya harga daging sapi mencerminkan tantangan berkelanjutan dalam pemenuhan stok daging nasional.

Minyak Goreng dan Gula Pasir Masih Bertahan Tinggi

Kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng dan gula pasir juga menjadi sorotan dalam laporan Selasa pagi ini. Harga minyak goreng di pasar menunjukkan disparitas yang cukup terlihat antara versi curah dan kemasan. 

Minyak goreng curah saat ini berada di level Rp18.850 per liter. Namun, bagi masyarakat yang lebih memilih kemasan bermerek, mereka harus merogoh kocek lebih dalam; yakni Rp22.600 per liter untuk kemasan bermerek I dan Rp21.500 per liter untuk kemasan bermerek II.

Sama halnya dengan minyak goreng, gula pasir pun mengalami hal serupa. Gula pasir kualitas premium kini dibanderol Rp19.800 per kg, sementara untuk gula pasir lokal yang lebih ekonomis dijual seharga Rp18.350 per kg.

Stabilitas Pasokan Sebagai Acuan Pengambilan Kebijakan

Data yang dirilis oleh PIHPS ini bukan sekadar angka, melainkan indikator penting bagi Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan. 

Pergerakan harga yang bervariasi—di mana beberapa barang naik dan sebagian lainnya melandai—menunjukkan bahwa rantai pasok dari petani hingga ke pedagang eceran masih menghadapi tantangan cuaca maupun logistik.Masyarakat diharapkan tetap bijak dalam mengatur pola konsumsi di tengah fluktuasi harga ini. 

Dengan adanya pantauan rutin dari PIHPS, keterjangkauan harga diharapkan bisa segera tercapai melalui intervensi pasar yang tepat sasaran, guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah tantangan global maupun domestik.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua