Update Daftar Harga BBM Pertamina 5 Februari 2026 Dari Pertalite Hingga Pertamax

EK
Kamis, 05 Februari 2026
Update Daftar Harga BBM Pertamina 5 Februari 2026 Dari Pertalite Hingga Pertamax
Update Daftar Harga BBM Pertamina 5 Februari 2026 Dari Pertalite Hingga Pertamax

JAKARTA - Memasuki pekan pertama bulan Februari 2026, PT Pertamina (Persero) kembali memastikan stabilitas dan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia. Bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, memantau pergerakan harga BBM bukan lagi sekadar informasi tambahan, melainkan kebutuhan pokok dalam mengatur anggaran rumah tangga maupun operasional usaha. 

Per tanggal 5 Februari 2026, daftar harga di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menunjukkan tren yang patut dicermati, mulai dari jenis BBM bersubsidi hingga varian nonsubsidi yang menyasar segmen kendaraan modern.

Langkah Pertamina dalam merilis daftar harga ini merupakan bagian dari transparansi publik guna memberikan kepastian bagi konsumen. Meskipun harga minyak mentah dunia terus mengalami fluktuasi yang dinamis, penyesuaian harga di tingkat domestik dilakukan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat serta keberlangsungan pasokan energi nasional. 

Memahami rincian harga di setiap provinsi menjadi penting, mengingat adanya perbedaan kebijakan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang menyebabkan variasi harga di beberapa daerah.

Stabilitas Harga BBM Bersubsidi Pertalite Dan Biosolar Di Seluruh Indonesia

Salah satu fokus utama masyarakat dalam setiap pembaruan harga adalah nasib BBM jenis penugasan atau bersubsidi. Hingga hari ini, 5 Februari 2026, Pertamina dilaporkan masih mempertahankan harga Pertalite dan Biosolar pada level yang stabil guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan kompensasi agar beban kenaikan biaya produksi tidak langsung dilemparkan kepada masyarakat luas, terutama bagi pelaku transportasi umum dan logistik.

Stabilitas harga Pertalite di angka yang tetap menjadi kabar baik bagi jutaan pemilik kendaraan roda dua dan roda empat kelas menengah. Meskipun demikian, pemerintah dan Pertamina terus mengimbau agar penggunaan BBM bersubsidi tetap tepat sasaran. 

"Kami terus memastikan pasokan BBM bersubsidi tersedia dengan cukup dan harganya tetap sesuai dengan ketetapan pemerintah untuk membantu masyarakat," demikian poin penting dalam kebijakan energi saat ini. Konsumen diharapkan tetap menggunakan aplikasi resmi untuk memastikan mereka mendapatkan hak subsidi sesuai dengan kriteria yang berlaku.

Rincian Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Pertamax Series Dan Dex Series

Berbeda dengan jenis subsidi, kelompok BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penyesuaian mengikuti mekanisme pasar. Pada perdagangan 5 Februari 2026, terdapat rincian harga yang berbeda untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur dibandingkan dengan wilayah di luar Pulau Jawa. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengimbangi biaya distribusi serta menjaga kualitas bahan bakar agar tetap memenuhi standar oktan dan cetane yang tinggi bagi mesin kendaraan terbaru.

Bagi pengguna kendaraan dengan spesifikasi mesin kompresi tinggi, Pertamax tetap menjadi pilihan favorit karena pembakarannya yang lebih sempurna. Berikut adalah gambaran umum harga untuk wilayah Jawa-Bali:

Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp11.800 per liter
Pertamax Turbo: Rp12.700 per liter
Pertamax Green 95: Rp12.450 per liter
Dexlite: Rp13.250 per liter
Pertamina Dex: Rp13.500 per liter
Solar: Rp6.800 per liter

Perlu dicatat bahwa harga di wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua mungkin memiliki selisih beberapa ratus rupiah karena faktor logistik dan perbedaan tarif PBBKB di masing-masing pemerintah daerah.

Faktor Global Dan Domestik Yang Memengaruhi Perubahan Harga BBM Pertamina

Banyak nasabah dan konsumen bertanya-tanya mengapa harga BBM harus berubah secara berkala. Penyesuaian harga pada 5 Februari 2026 ini dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama adalah harga rata-rata minyak mentah dunia (MOPS/Argus) yang menjadi acuan harga pasar global. Jika harga minyak mentah mengalami kenaikan, maka harga produksi BBM nonsubsidi pun secara otomatis akan terkoreksi naik demi menjaga kesehatan finansial perusahaan negara.

Faktor kedua adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Mengingat sebagian bahan baku energi masih didatangkan melalui skema impor, pelemahan atau penguatan rupiah sangat menentukan harga akhir di pompa bensin. 

Pertamina sendiri secara rutin melakukan evaluasi berkala setiap awal bulan guna memastikan harga yang ditawarkan tetap kompetitif dibandingkan dengan perusahaan penyedia BBM swasta lainnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan energi berkualitas dengan harga yang paling rasional.

Tips Hemat Dan Bijak Dalam Menggunakan Bahan Bakar Kendaraan

Menghadapi dinamika harga BBM per 5 Februari 2026, konsumen disarankan untuk mulai menerapkan gaya hidup hemat energi. Menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan bukan hanya soal performa, tetapi juga soal efisiensi jangka panjang. 

Penggunaan Pertamax pada mesin yang direkomendasikan justru bisa membuat konsumsi bahan bakar lebih irit karena pembakaran yang lebih bersih, sehingga meminimalisir biaya perawatan mesin akibat kerak karbon.

Selain itu, Pertamina juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program loyalitas melalui aplikasi MyPertamina. Dengan bertransaksi secara digital, konsumen sering kali mendapatkan promo berupa potongan harga atau poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai voucher menarik. Dengan cara ini, meskipun terjadi penyesuaian harga, beban pengeluaran harian masyarakat untuk energi dapat ditekan melalui skema insentif digital yang disediakan oleh perusahaan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua