Laporan PIHPS Terbaru Harga Bawang Merah Dan Cabai Rawit Merah Nasional

EK
Senin, 09 Februari 2026
Laporan PIHPS Terbaru Harga Bawang Merah Dan Cabai Rawit Merah Nasional
Laporan PIHPS Terbaru Harga Bawang Merah Dan Cabai Rawit Merah Nasional

JAKARTA - Dinamika harga kebutuhan pokok di pasar domestik terus menjadi perhatian utama bagi masyarakat dan pemangku kebijakan. Berdasarkan pantauan terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, tercatat adanya pergerakan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas bumbu dapur utama. 

Di tengah upaya menjaga stabilitas pasokan, bawang merah dan cabai rawit merah menjadi dua komoditas yang menunjukkan level harga yang perlu diwaspadai oleh konsumen di tingkat eceran.

Laporan yang dirilis pada hari Minggu pagi ini menggambarkan peta harga pangan di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai instrumen pemantauan harga yang kredibel, data PIHPS menjadi rujukan penting untuk melihat sejauh mana fluktuasi harga pangan memengaruhi daya beli masyarakat, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada stabilitas harga komoditas hortikultura.

Rincian Harga Komoditas Bawang Dan Cabai Di Tingkat Pedagang Eceran

Data terbaru menunjukkan bahwa harga bawang merah secara nasional kini bertengger di angka Rp43.350 per kilogram (kg). Angka ini menunjukkan posisi yang cukup tinggi bagi salah satu bumbu dasar paling esensial dalam masakan Indonesia. Tidak hanya bawang merah, bawang putih pun mengikuti tren harga yang stabil di level tinggi, yakni sebesar Rp40.450 per kg.

Sektor cabai-cabaian juga mengalami tekanan harga yang menarik untuk diperhatikan. Cabai rawit merah, yang seringkali menjadi pemicu inflasi pangan, kini tercatat mencapai Rp72.500 per kg. 

Sementara itu, untuk varian cabai lainnya, PIHPS melaporkan harga cabai merah besar berada di level Rp42.000 per kg, cabai merah keriting seharga Rp43.100 per kg, serta cabai rawit hijau yang dibanderol Rp53.900 per kg. Perbedaan harga yang mencolok antara cabai rawit merah dengan jenis cabai lainnya menunjukkan adanya tantangan distribusi atau musiman pada varietas pedas tersebut.

Analisis Harga Beras Berbagai Kualitas Menurut Pantauan Pusat Informasi Pangan

Sebagai makanan pokok utama penduduk Indonesia, harga beras senantiasa menjadi indikator paling krusial. Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta pada hari Minggu pukul 09.30 WIB, harga beras terlihat bervariasi tergantung pada kelas kualitasnya. Meskipun terdapat perbedaan harga antar kualitas, stabilitas di sektor ini sangat diharapkan guna menjaga ketahanan pangan keluarga.

Untuk kategori beras kualitas rendah, baik kualitas bawah I maupun kualitas bawah II, keduanya tercatat di harga Rp14.400 per kg. Berlanjut ke kelas menengah, beras kualitas medium I kini dihargai Rp15.900 per kg, sedangkan beras kualitas medium II dipatok sedikit lebih rendah di harga Rp15.750 per kg. 

Bagi konsumen yang memilih kualitas premium, beras kualitas super I kini berada di angka Rp17.150 per kg, sementara beras kualitas super II mencapai Rp16.650 per kg. Rentang harga ini menunjukkan segmentasi pasar beras yang cukup luas bagi masyarakat Indonesia.

Fluktuasi Harga Protein Hewani Dan Minyak Goreng Di Pasar Nasional

Beralih ke sektor protein, komoditas daging-dagingan juga menunjukkan angka yang beragam. Daging ayam ras, yang menjadi sumber protein paling populer, tercatat berada di harga Rp41.000 per kg. Sementara itu, bagi pecinta daging sapi, harga untuk kualitas I mencapai Rp143.250 per kg, dan untuk daging sapi kualitas II dijual dengan harga Rp135.600 per kg. Selain daging, telur ayam ras yang merupakan protein praktis juga dipantau berada pada level Rp31.500 per kg.

Di sektor kebutuhan dapur lainnya, minyak goreng dan gula pasir juga tidak luput dari pemantauan PIHPS. Harga minyak goreng curah saat ini berada di angka Rp18.850 per liter. Untuk produk kemasan, minyak goreng kemasan bermerek I dibanderol Rp22.600 per liter, dan kemasan bermerek II seharga Rp21.550 per liter. Sedangkan untuk pemanis, gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.850 per kg dan gula pasir lokal dihargai Rp18.350 per kg.

Pentingnya Memantau Data PIHPS Untuk Stabilitas Ekonomi Rumah Tangga

Publikasi data secara berkala oleh PIHPS Bank Indonesia ini bertujuan untuk memberikan transparansi informasi harga kepada masyarakat luas. Dengan mengetahui rata-rata harga nasional, konsumen diharapkan dapat membuat keputusan belanja yang lebih bijak, sementara pemerintah dapat mengambil langkah-langkah intervensi yang diperlukan jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.

Melihat data di atas, tantangan utama saat ini terletak pada komoditas sayuran seperti cabai rawit merah dan bawang yang harganya masih cukup tinggi dibandingkan komoditas lainnya. 

Sinergi antara ketersediaan stok dari petani dan kelancaran jalur distribusi menjadi kunci utama agar angka-angka yang tercatat dalam PIHPS ini dapat bergerak ke arah yang lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Pemantauan akan terus dilakukan secara intensif mengingat perubahan cuaca dan kondisi logistik seringkali berdampak instan terhadap harga-harga pangan strategis ini.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua