Angkasa Pura Dukung Relokasi Puluhan Pedagang Adi Sucipto Ke Eks Selaparang
JAKARTA - Penataan kawasan perkotaan di Mataram kini memasuki babak baru dengan rencana pemindahan puluhan pedagang kaki lima dari jalan protokol. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan lokasi strategis di lahan bekas bandara untuk menampung para pelaku usaha kecil tersebut. Langkah ini diambil guna mengembalikan fungsi estetika jalan sekaligus memberikan tempat usaha yang lebih representatif bagi masyarakat lokal di sana.
Relokasi ini menyasar sekitar 80 pedagang yang selama ini menggelar dagangan di sepanjang jalur utama menuju pusat kota. Keputusan tersebut diambil setelah melalui serangkaian proses dialog guna memastikan transisi berjalan dengan lancar tanpa merugikan pihak manapun. Dengan pemindahan ini, diharapkan kemacetan yang sering terjadi akibat aktivitas jual beli di bahu jalan dapat segera teratasi secara permanen.
Lahan Eks Bandara Selaparang Jadi Pusat Kuliner Baru
Pemanfaatan lahan milik Angkasa Pura di eks Bandara Selaparang diproyeksikan menjadi destinasi wisata kuliner baru yang lebih tertata dan bersih. Lokasi ini dipilih karena memiliki area parkir yang sangat luas serta infrastruktur dasar yang cukup memadai untuk menampung pedagang. Para pedagang akan menempati zona-zona yang telah diatur sedemikian rupa agar pengunjung merasa nyaman saat menikmati hidangan di sana.
Pengalihan fungsi lahan bandara lama ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pengelolaan aset negara dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Ruang terbuka yang luas memberikan peluang bagi para pedagang untuk mengembangkan skala usaha mereka dibandingkan saat berada di trotoar. Selain itu, aspek keamanan dan kebersihan di lokasi baru ini akan diawasi secara lebih ketat oleh petugas pengelola.
Proses Perpindahan Pedagang Dijadwalkan Berlangsung Pekan Ini
Pemerintah Kota Mataram telah menetapkan target bahwa seluruh proses relokasi harus selesai dalam minggu ini sesuai dengan jadwal yang ada. Petugas teknis telah diterjunkan ke lapangan untuk membantu para pedagang mengangkut sarana usaha mereka ke lokasi yang baru. Kepastian jadwal ini sangat penting agar tidak ada kekosongan aktivitas ekonomi bagi warga yang menggantungkan hidup dari berdagang.
Setiap pedagang telah mendapatkan nomor kavling yang jelas untuk menghindari terjadinya gesekan atau perebutan tempat di area eks bandara. Koordinasi intensif terus dilakukan antara dinas terkait dengan perwakilan komunitas pedagang agar semua aspirasi dapat terakomodasi dengan baik. Kesiapan sarana air bersih dan listrik juga menjadi prioritas yang harus tuntas sebelum hari pemindahan resmi dilaksanakan.
Dukungan Infrastruktur Dari Manajemen Angkasa Pura Indonesia
Sebagai pemilik aset, pihak manajemen bandara memberikan dukungan penuh terhadap pemanfaatan lahan Selaparang demi kepentingan masyarakat luas di Mataram. Pemberian izin penggunaan lahan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung penataan ruang publik yang lebih baik. Fasilitas eks bandara yang selama ini kurang produktif kini dapat memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah tersebut.
Pihak pengelola juga memastikan bahwa akses menuju lokasi baru tersebut sangat mudah dijangkau oleh kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain dalam memanfaatkan aset negara untuk solusi penataan kota. Sinergi antara otoritas bandara dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan kawasan perkotaan yang modern namun tetap humanis.
Harapan Peningkatan Omzet Bagi Para Pelaku Usaha
Meskipun harus beradaptasi dengan lingkungan baru, para pedagang menaruh harapan besar bahwa lokasi di eks Selaparang akan lebih ramai. Lingkungan yang tertata rapi diyakini akan menarik minat konsumen dari kalangan keluarga maupun wisatawan yang mencari tempat makan santai. Keamanan yang lebih terjamin membuat para pedagang tidak perlu khawatir lagi akan adanya penertiban mendadak yang merusak barang dagangan.
Pemerintah juga berencana menggelar berbagai acara hiburan secara rutin di area tersebut untuk meningkatkan volume kunjungan masyarakat setiap akhir pekan. Dengan promosi yang tepat, kawasan eks bandara ini berpotensi menjadi ikon baru yang membanggakan bagi warga kota Mataram. Kesuksesan relokasi ini akan menjadi pembuktian bahwa penataan kota dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan para pelaku usaha kecil.