Pertamina Geothermal Energy Siap Pasang Teknologi Flow2Max di Filipina Juni 2026

EK
Kamis, 26 Februari 2026
Pertamina Geothermal Energy Siap Pasang Teknologi Flow2Max di Filipina Juni 2026
Pertamina Geothermal Energy Siap Pasang Teknologi Flow2Max di Filipina Juni 2026

JAKARTA - Langkah strategis diambil oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dalam memperkuat posisinya di kancah internasional melalui inovasi teknologi energi hijau. Perusahaan pelat merah ini menargetkan pemasangan perdana teknologi mutakhir bernama Flow2Max di lapangan panas bumi milik Energy Development Corporation (EDC), Filipina, pada Juni 2026 mendatang. Ekspansi ini bukan sekadar bisnis, melainkan pembuktian bahwa teknologi karya anak bangsa mampu bersaing di pasar global.

Kemitraan Strategis Antara PGEO dan Energy Development Corporation Filipina

Rencana besar ini telah memasuki tahap tindak lanjut melalui kunjungan teknis langsung ke lapangan panas bumi milik EDC di Leyte, Filipina. Tim dari PGEO melakukan pembahasan mendalam mengenai aspek teknis, pengukuran lapangan, hingga negosiasi harga sebelum perangkat memasuki tahap manufaktur. Proses ini sangat krusial untuk memastikan bahwa teknologi yang dikirimkan nantinya benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan operasional di lapangan tersebut.

Head of Geothermal Technology and Innovation EDC, Erlindo Angcoy Jr., menyatakan ketertarikan yang besar terhadap implementasi teknologi Flow2Max di wilayah kerjanya. Beliau menyebutkan bahwa teknologi ini sangat sesuai dengan profil lapangan dan kebutuhan EDC dalam mendukung optimalisasi kinerja sumur panas bumi secara efektif. "Teknologi ini sesuai dengan profil lapangan dan kebutuhan EDC dalam mendukung optimalisasi kinerja sumur panas bumi," kata Erlindo dalam keterangannya.

Keunggulan Teknologi Flow2Max dalam Optimalisasi Sumur Panas Bumi

Flow2Max hadir sebagai solusi inovatif untuk memantau aliran fluida dua fase secara real-time, yang memungkinkan operator melakukan evaluasi sumur dengan akurasi tinggi. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dengan menyediakan data yang presisi mengenai kondisi reservoir dan produksi uap. Dengan adanya pemantauan yang berkelanjutan, risiko penurunan performa sumur dapat diminimalisir melalui tindakan mitigasi yang lebih cepat dan tepat sasaran.

Inovasi ini sebenarnya lahir dari riset mendalam yang dilakukan oleh Manager Production & Optimization Excellence PGEO, Mohamad Husni Mubarok. Pengembangan teknologi tersebut dimulai sejak masa studi doktoralnya di University of Auckland, yang kemudian diimplementasikan secara komersial oleh Pertamina Geothermal Energy. Keberhasilan riset ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan industri dapat menghasilkan alat ukur yang sangat dibutuhkan oleh sektor panas bumi dunia.

Komitmen PGEO dalam Memperkuat Ekosistem Energi Hijau Global

Pihak manajemen PGEO menegaskan bahwa ekspansi ke Filipina merupakan bagian dari strategi besar untuk memperluas komersialisasi inovasi panas bumi. Selain meningkatkan pendapatan dari jasa teknologi, langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat ekosistem manufaktur dan jasa pengembangan energi terbarukan di kawasan regional. PGEO ingin dikenal bukan hanya sebagai operator pembangkit listrik, tetapi juga sebagai penyedia solusi teknologi geothermal yang komprehensif.

Mohamad Husni Mubarok menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkenalkan inovasi pengelolaan superheated steam kepada salah satu perusahaan panas bumi terbesar di dunia. Pihaknya berupaya keras untuk memastikan bahwa kolaborasi ini memberikan dampak positif jangka panjang bagi kedua belah pihak. "Kami berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi ini, tidak hanya implementasi teknologi, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kapabilitas teknis," ungkap Husni.

Dampak Positif Implementasi Teknologi bagi Keberlanjutan Reservoir EDC

Penerapan Flow2Max di Filipina diharapkan menjadi standar baru dalam pengelolaan lapangan panas bumi yang memiliki karakteristik fluida uap basah (wet steam). Dengan data yang lebih akurat, EDC dapat mengelola cadangan panas buminya secara lebih berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan energi nasional mereka. Kerja sama ini menjadi tonggak sejarah bagi PGEO dalam menunjukkan kepemimpinan teknis di sektor energi bersih lintas negara.

Harapan besar juga disematkan agar efisiensi produksi meningkat secara signifikan setelah perangkat ini mulai beroperasi secara penuh pada pertengahan tahun 2026. Keberhasilan proyek di Leyte ini nantinya akan menjadi referensi kuat bagi PGEO untuk merambah pasar negara lain yang memiliki potensi panas bumi serupa. "Kami harap penerapan Flow2Max dapat meningkatkan efisiensi produksi serta memperkuat pengelolaan reservoir EDC secara berkelanjutan," tutup Husni dalam pernyataan resminya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua