Selasa, 31 Maret 2026

JNE Siapkan Strategi Khusus Antisipasi Lonjakan Pengiriman Ramadan dan Lebaran 2026

JNE Siapkan Strategi Khusus Antisipasi Lonjakan Pengiriman Ramadan dan Lebaran 2026
JNE Siapkan Strategi Khusus Antisipasi Lonjakan Pengiriman Ramadan dan Lebaran 2026

JAKARTA - JNE memproyeksikan volume pengiriman selama periode Ramadan-Lebaran 2026 akan meningkat signifikan. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas belanja masyarakat dan transaksi e-commerce menjelang hari raya.

Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, menyampaikan bahwa volume pengiriman diperkirakan tumbuh 20%–30% dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan terutama terjadi pada sektor fesyen, makanan dan minuman, serta kebutuhan rumah tangga.

Langkah Penguatan Operasional

Baca Juga

Kinerja Sinergi Inti Andalan Prima INET Melonjak Tajam Tahun 2025

Untuk mengantisipasi lonjakan, JNE menyiapkan penguatan operasional di berbagai wilayah. Infrastruktur logistik diperkuat dan kapasitas operasional ditingkatkan agar distribusi paket tetap lancar.

Perusahaan didukung oleh lebih dari 50.000 karyawan dan sekitar 11.000 unit armada. Selain itu, Mega Hub di dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dioptimalkan untuk mempercepat proses pengiriman.

Teknologi dan Infrastruktur Modern

Mega Hub seluas empat hektare dilengkapi Automatic Sorting Center untuk mempermudah penyortiran paket. JNE juga memanfaatkan lebih dari 8.000 titik layanan di seluruh Indonesia untuk mendukung distribusi secara merata.

Jam operasional ditingkatkan dan rute distribusi diatur ulang di titik dengan volume tinggi. Sinergi dengan berbagai mitra transportasi terus diperkuat agar pengiriman tetap tepat waktu.

Pengelolaan Distribusi Adaptif

JNE menerapkan pengelolaan distribusi adaptif dengan memaksimalkan jalur darat, udara, dan laut. Sistem real-time tracking digunakan untuk memantau pergerakan kiriman secara akurat.

Pendekatan ini memastikan paket dapat sampai tepat waktu sesuai standar layanan (SLA). Teknologi juga membantu meminimalkan potensi keterlambatan selama periode padat pengiriman.

Pertumbuhan Industri Logistik dan E-Commerce

Industri logistik Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan seiring digitalisasi dan meningkatnya belanja online. Permintaan layanan pengiriman meningkat, termasuk untuk produk ritel, kebutuhan sehari-hari, dan kiriman UMKM.

Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi periode puncak aktivitas logistik setiap tahun. Pengiriman parsel, konsumsi masyarakat, dan transaksi e-commerce menjadi pendorong utama kenaikan volume.

Komitmen JNE dalam Memberikan Layanan Terbaik

“Kami meyakini bahwa ketika ekosistem tempat JNE berada tumbuh secara sehat, maka JNE akan tumbuh bersama. Komitmen ini sejalan dengan semangat Connecting Happiness agar layanan pengiriman mendukung momen kebersamaan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri,” tutup Eri.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pendapatan Personel Alih Daya Tembus Rp1,16 Triliun Sepanjang 2025

Pendapatan Personel Alih Daya Tembus Rp1,16 Triliun Sepanjang 2025

Personel Alih Daya Bukukan Laba Bersih Rp2,48 Miliar Tahun 2025

Personel Alih Daya Bukukan Laba Bersih Rp2,48 Miliar Tahun 2025

Gajah Tunggal Cetak Laba Rp1,24 Triliun Pada Tahun Buku 2025

Gajah Tunggal Cetak Laba Rp1,24 Triliun Pada Tahun Buku 2025

MAP Aktif Adiperkasa Bukukan Laba Bersih Rp1,72 Triliun 2025

MAP Aktif Adiperkasa Bukukan Laba Bersih Rp1,72 Triliun 2025

Diastika Biotekindo Raup Pendapatan Rp201 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Diastika Biotekindo Raup Pendapatan Rp201 Miliar Sepanjang Tahun 2025