Rabu, 01 April 2026

Strategi Pemerintah Pastikan Ketersediaan BBM dan Gas Selama Libur Idul Fitri 2026 Tetap Aman

Strategi Pemerintah Pastikan Ketersediaan BBM dan Gas Selama Libur Idul Fitri 2026 Tetap Aman
Strategi Pemerintah Pastikan Ketersediaan BBM dan Gas Selama Libur Idul Fitri 2026 Tetap Aman

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi menutup Posko Nasional Sektor ESDM Hari Raya Idul Fitri 2026 yang berlangsung sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026. Posko ini bertugas memantau dan memastikan ketahanan pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia.

Anggota Komite BPH Migas sekaligus Ketua Satgas Posko, Erika Retnowati, menyampaikan bahwa stok BBM, termasuk bensin, solar, avtur, dan kerosene, tetap dalam kondisi aman. Rata-rata ketahanan stok mencapai lebih dari 20 hari di seluruh posko.

Kenaikan Konsumsi BBM Selama Libur Panjang

Baca Juga

Menaker Dorong Industri Kreatif Perkuat Program Magang Nasional

Erika Retnowati mengungkapkan bahwa kenaikan konsumsi bensin paling signifikan dibandingkan periode normal. Gasoline naik hingga 15 persen, sementara avtur meningkat 7,2 persen, dan solar justru menurun 18 persen.

Menurut Erika, kenaikan konsumsi bensin melampaui perkiraan semula sebesar 12 persen. Fenomena ini tidak hanya karena lonjakan pemudik, tetapi juga disebabkan oleh panic buying di beberapa daerah tertentu.

"Memang waktu itu diperkirakan kenaikan sekitar 12 persen ya, tetapi ternyata realisasinya mencapai hampir 15 persen, antara lain memang ada, tapi enggak banyak ya, panic buying itu hanya beberapa daerah saja," ujar Erika saat konferensi pers di kantor BPH Migas, Selasa, 31 Maret 2026.

Selain panic buying, liburan panjang juga menjadi faktor tambahan dalam kenaikan konsumsi bensin. Warga memanfaatkan waktu libur untuk berwisata sehingga penggunaan BBM meningkat di luar prediksi.

"Kemudian juga jangka waktu liburnya kan panjang ya, jadi orang selain mudik juga banyak yang berwisata. Nah itu juga tentunya menambah konsumsi BBM," jelas Erika.

Puncak Penyaluran BBM dan Avtur Selama Arus Mudik dan Balik

Penyaluran BBM tertinggi secara nasional terjadi pada 19 Maret 2026 untuk produk gasoline dengan kenaikan mencapai 37 persen dari penyaluran normal. Arus balik BBM gasoline terjadi pada 25 Maret 2026 dengan kenaikan 20 persen.

Untuk produk avtur, puncak konsumsi saat arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan kenaikan 18 persen. Sementara arus balik avtur tercatat meningkat 22 persen pada 29 Maret 2026 dibandingkan rata-rata normal.

Antrean kendaraan terlihat di SPBU Rest Area KM 166 Tol Cipali pada Minggu, 15 Maret 2026. Hal ini menunjukkan masyarakat aktif memanfaatkan BBM untuk perjalanan liburan dan mudik.

Ketersediaan LPG dan Gas Bumi Tetap Stabil

Ketahanan stok LPG nasional berkisar antara 10 hingga 13 hari. Rata-rata coverage days selama periode posko mencapai 11,6 hari, menunjukkan pasokan cukup aman.

Penyaluran rata-rata LPG selama posko adalah 34.206 MT, meningkat 6,5 persen dari kondisi normal. Puncak penyaluran terjadi pada 16 Maret 2026 sebesar 33.428 MT, lebih tinggi 4,01 persen dibanding rerata normal 32.111 MT.

Erika mengakui adanya isu kelangkaan LPG di beberapa wilayah, seperti Garut, Banyuwangi, Trenggalek, Bojonegoro, dan Minahasa. Namun, isu ini dapat segera tertangani dengan baik dan tidak berdampak luas.

Subholding Gas Pertamina menyalurkan gas bumi kepada 3.290 pelanggan komersial industri, 2.900 pelanggan kecil, dan 818.000 pelanggan rumah tangga. Pemasokan juga mencakup pembangkit listrik termasuk PLN Group.

Penyaluran niaga gas rata-rata mencapai 735 BBTUD, turun 53 BBTUD dibanding Hari Raya Idul Fitri 2025. Volume tertinggi terjadi pada 12 Maret 2026 sebesar 934 BBTUD, sedangkan volume terendah 21 Maret 2026 sebesar 498 BBTUD.

Gas dalam bentuk CNG atau Bahan Bakar Gas (BBG) tercatat sebanyak 361.445 LSP selama periode posko. Produksi LPG tercatat 11.056 MT atau rata-rata 582 MT per hari.

Sistem Tenaga Listrik Nasional Tetap Andal Selama Libur Panjang

Terdapat 17 sistem normal yang mencakup Sumatera, Batam-Bintan, Belitung, Interkoneksi Kalimantan, Tarakan, Sulutgo, Ambon, Ternate-Tidore, Manokwari, Sorong, Wamena, Merauke, Nabire, Tambora, Timor, Flores, dan Jawa-Bali.

Daya Mampu Pasok (DMP) tenaga listrik nasional selama posko mencapai puncak tertinggi 53.930,46 MW pada 12 Maret 2026. DMP terendah tercatat 47.912,05 MW pada 15 Maret 2026.

Beban Puncak Sistem (BP) nasional tertinggi mencapai 47.183,14 MW pada 11 Maret 2026. Sedangkan BP terendah 35.022,10 MW terjadi pada 21 Maret 2026, dengan cadangan operasi tertinggi 14.695,97 MW pada 21 Maret 2026.

Cadangan operasi terendah tercatat pada 14 Maret 2026 sebesar 5.038,30 MW. Semua data ini menunjukkan kesiapan sistem tenaga listrik menghadapi lonjakan konsumsi selama libur Idul Fitri 2026.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi PGN dan BPH Migas Pastikan Pasokan Gas Bumi Tangerang Tetap Lancar Pasca Idul Fitri 2026

Strategi PGN dan BPH Migas Pastikan Pasokan Gas Bumi Tangerang Tetap Lancar Pasca Idul Fitri 2026

PLTP Ulumbu di Manggarai: Energi Bersih Mengubah Kehidupan Sosial dan Ekonomi Warga

PLTP Ulumbu di Manggarai: Energi Bersih Mengubah Kehidupan Sosial dan Ekonomi Warga

Strategi Transisi Energi Berkelanjutan di Indonesia Menuju Net Zero Emission 2050

Strategi Transisi Energi Berkelanjutan di Indonesia Menuju Net Zero Emission 2050

5 Rumah Murah di Parung Panjang Bogor Mulai Rp150 Jutaan, Dekat Akses Jakarta

5 Rumah Murah di Parung Panjang Bogor Mulai Rp150 Jutaan, Dekat Akses Jakarta

Harga BBM di SPBU Pertamina Tetap Stabil Berlaku Rabu 1 April 2026

Harga BBM di SPBU Pertamina Tetap Stabil Berlaku Rabu 1 April 2026