Kamis, 14 Mei 2026

DCII Operasikan Data Center Surabaya Untuk Perluas Indonesia Timur

DCII Operasikan Data Center Surabaya Untuk Perluas Indonesia Timur
DCII Operasikan Data Center Surabaya Untuk Perluas Indonesia Timur

JAKARTA - PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) terus memperluas jejak bisnis pusat data nasional dengan meresmikan fasilitas baru di Surabaya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa emiten data center milik Toto Sugiri tersebut mulai mempertegas arah ekspansi di luar Jakarta, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.

 Melalui operasional E2 Data Center Surabaya, perseroan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pusat data berstandar global yang tidak hanya terpusat di kawasan barat Indonesia.

Baca Juga

Serpong Jaya Fokus Garap Hunian Hijau dan Bebas Banjir di Serpong

Peresmian fasilitas baru ini menjadi penting karena selama ini kapasitas pusat data nasional masih cenderung terkonsentrasi di Jakarta dan sekitarnya. 

Di tengah pesatnya pertumbuhan ekosistem digital, distribusi infrastruktur yang lebih luas dinilai menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk menopang pertumbuhan teknologi di kawasan Indonesia Timur. 

DCII melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk membangun fondasi digital lebih kuat, sekaligus memperluas jaringan layanan yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan.

Founder sekaligus CEO PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) Toto Sugiri menyampaikan bahwa fasilitas terbaru tersebut telah beroperasi penuh dengan standar keandalan tertinggi. 

Menurutnya, langkah ini bukan sekadar penambahan kapasitas, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk mendorong pemerataan infrastruktur digital nasional. 

Dengan begitu, kehadiran data center di Surabaya tidak hanya mendukung bisnis perseroan, tetapi juga berpotensi memperkuat daya saing kawasan timur Indonesia dalam menghadapi era komputasi awan, machine learning, hingga kecerdasan buatan.

Di tengah tren pertumbuhan kebutuhan komputasi yang semakin besar, terutama untuk AI workloads yang memerlukan daya tinggi, keberadaan fasilitas pusat data di luar Jakarta menjadi semakin relevan. 

E2 Surabaya hadir bukan hanya sebagai pusat data tambahan, melainkan juga sebagai elemen penting dalam strategi geo-resilience, yakni diversifikasi lokasi infrastruktur untuk mengurangi risiko terpusat di satu wilayah. 

Inilah yang membuat langkah DCII di Surabaya dinilai strategis, baik dari sisi bisnis maupun pembangunan ekosistem digital nasional.

DCII Resmikan E2 Surabaya Untuk Perluas Infrastruktur Digital

PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) resmi mengoperasikan E2 Data Center Surabaya sebagai bagian dari ekspansi strategis perseroan di luar Jakarta. 

Fasilitas ini menjadi langkah penting dalam upaya perusahaan menghadirkan infrastruktur pusat data berstandar global di kawasan Indonesia Timur, yang selama ini dinilai masih membutuhkan penguatan kapasitas digital.

Founder sekaligus CEO PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) Toto Sugiri menegaskan bahwa infrastruktur pusat data yang dikelola perseroan telah beroperasi sepenuhnya dengan tingkat keandalan tertinggi. 

Ia menyebut layanan tersebut memiliki Service Level Agreement (SLA) sebesar 99,999% atau maksimal 5 menit downtime per tahun sejak 2013 tanpa rekam jejak downtime.

"Kami percaya bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperluas kehadiran infrastruktur pusat data berstandar global di luar Jakarta, sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan kapasitas pusat data nasional yang selama ini masih terkonsentrasi di Jakarta," kata Toto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ekspansi ke Surabaya bukan sekadar penambahan fasilitas baru, tetapi merupakan bagian dari strategi yang lebih luas. 

DCII ingin memastikan pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya bertumpu pada Jakarta, melainkan juga menjangkau wilayah lain yang memiliki potensi besar, terutama Indonesia Timur.

Kapasitas 9 MW Jadi Fondasi Awal Bidik Indonesia Timur

Toto Sugiri mengungkapkan bahwa fasilitas pusat data terbaru milik perseroan di Surabaya memiliki kapasitas IT sebesar 9 megawatt (MW). 

Meski kapasitas tersebut tergolong lebih kecil jika dibandingkan dengan pusat data hyperscale bertingkat internasional, keberadaan E2 Surabaya tetap dinilai strategis sebagai fondasi awal pengembangan jangka panjang.

Menurutnya, E2 Surabaya merupakan pijakan penting dari komitmen DCII dalam memperkuat infrastruktur pusat data nasional. Kehadiran fasilitas ini bukan semata soal ukuran kapasitas saat ini, tetapi tentang kesiapan membangun distribusi infrastruktur yang lebih merata dan skalabel untuk kebutuhan masa depan.

"Kehadiran fasilitas ini memperkuat distribusi infrastruktur pusat data nasional, menyiapkan skalabilitas untuk kebutuhan AI workloads yang haus daya atau high-density sekaligus menyediakan redundansi terhadap Jakarta, sehingga memungkinkan untuk meminimalkan risiko melalui diversifikasi geografis atau geo-resilience, dan distribusi lalu lintas data berlatensi rendah," bebernya.

Dengan posisi Surabaya sebagai salah satu simpul ekonomi besar di Indonesia, data center ini diharapkan dapat menjadi pengungkit pertumbuhan digital kawasan timur. 

Infrastruktur semacam ini menjadi krusial karena kebutuhan komputasi, penyimpanan data, dan akses berlatensi rendah akan terus meningkat seiring ekspansi bisnis digital, industri teknologi, dan layanan berbasis AI.

Rampung Cepat, Proyek Libatkan Industri Dan Tenaga Kerja Lokal

Salah satu hal yang turut menjadi sorotan dari proyek E2 Data Center Surabaya adalah proses pembangunannya yang tergolong cepat. 

Proyek ini disebut rampung dalam waktu kurang dari 12 bulan, sebuah pencapaian yang menunjukkan eksekusi proyek infrastruktur digital dalam skala besar dapat dilakukan secara efisien.

Tak hanya cepat, pembangunan fasilitas ini juga mencatat lebih dari satu juta jam kerja tanpa insiden. Catatan tersebut menjadi indikator penting bahwa proyek berjalan dengan standar keselamatan yang baik, sekaligus memperlihatkan kemampuan eksekusi proyek DCII dalam menjaga kualitas pembangunan.

Seluruh proses pengerjaan juga melibatkan industri dan tenaga kerja lokal. Keterlibatan pelaku usaha daerah ini menjadi bukti bahwa pengembangan pusat data berstandar global tidak harus sepenuhnya bergantung pada sumber daya luar, melainkan bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi regional.

"Seiring dengan ekosistem digital di kawasan Indonesia Timur yang tengah mengalami perkembangan, perseroan melihat pentingnya menghadirkan kapasitas dan kualitas layanan sejak dini sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan tersebut ke depan," tegas Toto.

Langkah ini memperlihatkan bahwa DCII tidak hanya membangun aset fisik, tetapi juga menanamkan pondasi ekosistem digital yang bisa berkembang lebih cepat di masa depan. 

Dengan infrastruktur yang hadir lebih awal, kawasan timur berpeluang memiliki kesiapan lebih baik untuk menangkap pertumbuhan ekonomi digital yang terus meningkat.

Energi Jadi Kunci Ekspansi, Jatim Dinilai Punya Momentum Besar

Di balik ambisi ekspansi pusat data, Toto Sugiri menegaskan ada satu faktor yang sangat krusial, yakni ketersediaan energi. Pengembangan pusat data skala besar membutuhkan pasokan listrik yang stabil, besar, dan berkelanjutan. 

Karena itu, pengembangan pusat data berikutnya akan diprioritaskan di wilayah pinggiran kawasan industri yang memiliki potensi suplai energi lebih besar.

"Dengan beroperasinya E2, pusat data kami kini tersebar di Jakarta, Cibitung, Karawang, dan Surabaya. Seluruh fasilitas ini berperan dalam mendorong pemerataan infrastruktur digital, memperkuat ekosistem teknologi lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai kehadiran fasilitas pusat data berstandar global di Jawa Timur sebagai momentum penting. 

Menurutnya, keberadaan data center dapat membantu pelaku usaha mengakses teknologi tanpa harus menanggung investasi infrastruktur IT yang mahal.

“Dengan data center, pelaku usaha tidak perlu lagi investasi mahal untuk infrastruktur IT. Mereka bisa langsung memanfaatkan komputasi awan, machine learning, hingga AI secara efisien,” ujar Emil.

Ia menambahkan bahwa Provinsi Jawa Timur yang bertumpu pada sektor perdagangan, manufaktur, hingga jasa, membutuhkan akselerasi digital agar mampu bertahan dan bersaing di level nasional, regional, maupun internasional. 

"Kehadiran E2 Surabaya diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem teknologi di Jawa Timur dan Indonesia bagian timur," pungkasnya.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel

Penjualan Mobil Astra (ASII) Bulan April 2026 Tembus 41.752 Unit

Penjualan Mobil Astra (ASII) Bulan April 2026 Tembus 41.752 Unit

Prajogo Pangestu Akuisisi 57,5 Persen Saham PT ELPI Trans Cargo

Prajogo Pangestu Akuisisi 57,5 Persen Saham PT ELPI Trans Cargo

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif