Kamis, 14 Mei 2026

Trans Power Marine Capai Laba Bersih Nyaris 18 Juta Dolar dengan Strategi Pengendalian Biaya 2025

Trans Power Marine Capai Laba Bersih Nyaris 18 Juta Dolar dengan Strategi Pengendalian Biaya 2025
Trans Power Marine Capai Laba Bersih Nyaris 18 Juta Dolar dengan Strategi Pengendalian Biaya 2025

JAKARTA - PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA) berhasil menunjukkan performa keuangan yang solid sepanjang 2025. Meskipun menghadapi tekanan biaya bahan bakar, perseroan mampu mempertahankan laba bersih senilai US$17,86 juta.

Pendapatan Didukung Segmen Pengangkutan dan Transhipment

Pendapatan TPMA sepanjang tahun 2025 tercatat senilai US$113,41 juta. Segmen pengangkutan antarpulau menjadi motor utama pendapatan dengan nilai US$67,57 juta.

Baca Juga

Serpong Jaya Fokus Garap Hunian Hijau dan Bebas Banjir di Serpong

Sementara itu, segmen transhipment membukukan pendapatan senilai US$44,87 juta. Segmen time charter memberikan kontribusi tambahan sebesar US$957.758.

Meskipun total pendapatan menurun dibandingkan 2024, TPMA fokus pada pengendalian biaya dan beban operasional. Strategi ini berhasil mendorong perseroan tetap membukukan laba di tengah tekanan biaya.

Beban Operasional dan Laba Bruto

Beban langsung TPMA tercatat meningkat menjadi US$81,02 juta. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh lonjakan biaya bahan bakar yang mencapai US$21,75 juta.

Alhasil, laba bruto perseroan tercatat US$32,39 juta. Nilai ini menurun dibandingkan US$42,55 juta pada periode yang sama 2024, tetapi tetap menunjukkan efisiensi pengelolaan biaya.

Setelah dikurangi beban lain dan pajak, laba bersih TPMA mencapai US$17,86 juta. Laba ini diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan menjadi indikator kesehatan keuangan perseroan.

Pertumbuhan Aset dan Ekuitas

TPMA mencatat total aset senilai US$285,67 juta per Desember 2025. Angka ini meningkat dibandingkan US$247,91 juta pada Desember 2024, didorong oleh kenaikan aset tidak lancar.

Aset tetap perseroan melonjak menjadi US$207,19 juta. Kenaikan ini menjadi pendorong utama pertumbuhan total aset TPMA sepanjang tahun lalu.

Liabilitas perseroan tercatat US$135,71 juta per Desember 2025. Peningkatan liabilitas sejalan dengan pertumbuhan aset dan tetap terkendali.

Ekuitas TPMA meningkat menjadi US$149,95 juta. Hal ini menandakan kesehatan neraca perseroan dan kemampuan mendukung ekspansi bisnis ke depan.

Strategi dan Prospek Bisnis

Meskipun menghadapi tantangan biaya bahan bakar yang tinggi, TPMA tetap fokus pada efisiensi operasional. Langkah ini terbukti efektif dalam menjaga laba bersih tetap positif.

Perseroan juga terus memperkuat segmen pengangkutan antarpulau dan transhipment. Fokus pada layanan inti ini menjadi strategi untuk mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan.

Penguatan aset tetap dan manajemen liabilitas yang hati-hati menjadi fondasi ekspansi bisnis. TPMA menyiapkan diri menghadapi peluang pertumbuhan di sektor pelayaran domestik dan internasional.

Dengan kombinasi pengendalian biaya, pertumbuhan aset, dan fokus segmen utama, TPMA optimistis menghadapi dinamika industri pelayaran. Kinerja solid 2025 menjadi pijakan untuk strategi bisnis lebih agresif di tahun-tahun mendatang.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel

Penjualan Mobil Astra (ASII) Bulan April 2026 Tembus 41.752 Unit

Penjualan Mobil Astra (ASII) Bulan April 2026 Tembus 41.752 Unit

Prajogo Pangestu Akuisisi 57,5 Persen Saham PT ELPI Trans Cargo

Prajogo Pangestu Akuisisi 57,5 Persen Saham PT ELPI Trans Cargo

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif