Kamis, 14 Mei 2026

Wijaya Karya Tangani Proyek Tol Harbour Road II Senilai Rp5,82 Triliun di Jakarta Utara

Wijaya Karya Tangani Proyek Tol Harbour Road II Senilai Rp5,82 Triliun di Jakarta Utara
Wijaya Karya Tangani Proyek Tol Harbour Road II Senilai Rp5,82 Triliun di Jakarta Utara

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) mencatat nilai kontrak pengerjaan proyek Tol Harbour Road II (HBR II) mencapai Rp5,82 triliun. Hingga kuartal I/2026, progres fisik untuk porsi pekerjaan yang ditangani perseroan tercatat 32,31?%, menurut siaran pers WIKA di Jakarta, kemarin.

Nilai Kontrak dan Skema Proyek

Manager Proyek Pembangunan Jalan Tol Ancol Timur - Pluit, Hari Purnama, menyebut HBR II sebagai salah satu order book besar WIKA. Dengan skema design & build, WIKA bertanggung jawab penuh pada aspek teknis hingga pembangunan konstruksi jalan tol layang di Jakarta Utara.

Baca Juga

Serpong Jaya Fokus Garap Hunian Hijau dan Bebas Banjir di Serpong

“Nilai kontrak untuk HBR II ini adalah Rp5,82 triliun di luar PPN. Saat ini progres yang ditangani oleh WIKA berada di angka 32,31?%,” ujar Hari.

Skema design & build memungkinkan perseroan mengendalikan semua aspek pembangunan. Hal ini menjadikan WIKA lebih leluasa dalam mengeksekusi desain dan konstruksi sesuai standar yang ditetapkan.

Tantangan Pembebasan Lahan

Meskipun proyek memiliki nilai kontrak besar, pengerjaan HBR II menghadapi kendala pembebasan lahan. Saat ini, lahan yang telah dibebaskan baru mencapai 45?%, sehingga masih terdapat 1 kilometer lahan di sisi selatan yang harus segera ditangani.

Proses pembebasan lahan menjadi faktor krusial agar target operasional akhir tahun bisa tercapai. Tanpa percepatan penyelesaian lahan, progres konstruksi berisiko melambat.

Strategi Bisnis WIKA

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskita, menegaskan bahwa proyek infrastruktur strategis seperti HBR II sejalan dengan misi perseroan. Strategi ini bertujuan mengembalikan WIKA ke bisnis inti sebagai kontraktor murni untuk meminimalisir risiko investasi jangka panjang yang membebani neraca keuangan.

Per Februari 2026, WIKA mengelola 85 proyek ongoing dengan total nilai kontrak Rp31,35 triliun. Hal ini menunjukkan kapasitas perseroan dalam menangani berbagai proyek skala besar secara bersamaan.

Progres Konstruksi dan Target Operasional

Hingga kuartal I/2026, WIKA telah menyelesaikan 32,31?% dari total pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Progres ini menjadi tolok ukur kesiapan perseroan dalam mencapai target konstruksi akhir tahun.

Kendala pembebasan lahan menjadi perhatian utama agar pekerjaan fisik dapat berjalan sesuai jadwal. Upaya percepatan dilakukan untuk memastikan proyek rampung tepat waktu dan memenuhi standar kualitas yang ditentukan.

Dampak Infrastruktur Terhadap Jakarta Utara

Tol Harbour Road II diharapkan meningkatkan konektivitas dan kelancaran arus lalu lintas di Jakarta Utara. Kehadiran tol layang ini juga diantisipasi mendorong efisiensi distribusi logistik serta mempermudah mobilitas warga perkotaan.

Proyek ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar. Selain itu, keberadaan infrastruktur baru diharapkan meningkatkan nilai investasi di Jakarta Utara.

Prospek Proyek dan Investasi WIKA

Keberhasilan proyek HBR II menjadi kunci bagi reputasi WIKA sebagai kontraktor besar nasional. Pengerjaan yang tepat waktu dan sesuai spesifikasi dapat membuka peluang bagi perseroan untuk mendapatkan proyek strategis lainnya di masa depan.

Dengan total portofolio proyek mencapai Rp31,35 triliun, WIKA memperkuat posisinya di sektor konstruksi. Fokus pada proyek-proyek infrastruktur strategis sekaligus mendukung stabilitas keuangan perseroan dalam jangka panjang.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel

Penjualan Mobil Astra (ASII) Bulan April 2026 Tembus 41.752 Unit

Penjualan Mobil Astra (ASII) Bulan April 2026 Tembus 41.752 Unit

Prajogo Pangestu Akuisisi 57,5 Persen Saham PT ELPI Trans Cargo

Prajogo Pangestu Akuisisi 57,5 Persen Saham PT ELPI Trans Cargo

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif