Kamis, 14 Mei 2026

Operasional Tambang Hengjaya Kembali Usai Investigasi Pemerintah Selesai

Operasional Tambang Hengjaya Kembali Usai Investigasi Pemerintah Selesai
Operasional Tambang Hengjaya Kembali Usai Investigasi Pemerintah Selesai

JAKARTA - Aktivitas pertambangan yang sempat terhenti akibat insiden keselamatan kerja kini mulai kembali berjalan setelah melalui proses evaluasi menyeluruh dari pemerintah.

Keputusan untuk melanjutkan operasional tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa penghentian sementara, tetapi juga mencerminkan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan dalam industri ekstraktif. 

Momentum ini menjadi titik krusial bagi perusahaan untuk melanjutkan kegiatan produksi sekaligus memperkuat komitmen terhadap aspek keselamatan kerja.

Baca Juga

Serpong Jaya Fokus Garap Hunian Hijau dan Bebas Banjir di Serpong

Entitas United Tractors Tbk. (UNTR), Nickel Industries Ltd. (NIC) mengumumkan bahwa operasional penambangan di tambang nikel Hengjaya telah dimulai kembali, menyusul rampungnya investigasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Melansir stockbit sekuritas, Nickel Industries pada akhir Maret 2026 mengumumkan bahwa seluruh operasional tambang nikel Hengjaya ditangguhkan sementara usai perusahaan melaporkan kecelakaan fatal yang melibatkan pekerja kontrak.

Nickel Industries Ltd, menghentikan operasional tambang nikel Hengjaya di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah kejadian kecelakaan fatal yang melibatkan pekerja kontrak terjadi pada 25 Maret 2026.

Corporate Secretary Nickel Industries, Richard Edwards, penghentian operasional bersifat sementara dan ditujukan untuk memberikan ruang bagi investigasi menyeluruh.

Penghentian Sementara Demi Investigasi Menyeluruh

Langkah penghentian operasional menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh aspek keselamatan dan prosedur kerja dapat dievaluasi secara komprehensif. 

Kebijakan ini sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan memberikan ruang penuh bagi proses investigasi tanpa adanya intervensi terhadap aktivitas produksi.

ESDM memulai penyelidikan pada 27 Maret 2026 untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan menilai kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.

Proses investigasi tersebut menjadi landasan utama dalam menentukan kelanjutan operasional tambang. Dengan adanya evaluasi dari regulator, perusahaan dapat memastikan bahwa seluruh aktivitas penambangan telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Kepemilikan Dan Peran United Tractors

Nickel Industries sendiri merupakan entitas asosiasi United Tractors (UNTR), di mana UNTR menggenggam kepemilikan efektif 20,1% di perusahaan tersebut, berdasarkan laporan keuangan 2025.

Keterlibatan UNTR sebagai pemegang saham menunjukkan adanya hubungan strategis dalam pengelolaan bisnis pertambangan nikel. Sebagai salah satu pemain besar di sektor alat berat dan pertambangan, UNTR memiliki peran penting dalam mendukung operasional serta pengembangan usaha perusahaan asosiasinya.

Dengan kepemilikan tersebut, kinerja Nickel Industries juga menjadi bagian dari perhatian investor UNTR, terutama dalam hal keberlanjutan operasional dan penerapan standar keselamatan kerja.

Kelanjutan Operasional Dan Komitmen Keselamatan

Kembalinya aktivitas penambangan di tambang Hengjaya menjadi sinyal bahwa proses evaluasi telah mencapai tahap yang memungkinkan operasional dilanjutkan. Namun demikian, aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan produksi.

Perusahaan diharapkan dapat mengambil pelajaran dari insiden yang terjadi serta memperkuat sistem pengawasan dan prosedur keselamatan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Secara keseluruhan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa industri pertambangan memiliki risiko tinggi yang harus dikelola dengan baik. Kepatuhan terhadap regulasi serta komitmen terhadap keselamatan kerja menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasional.

Dengan dimulainya kembali kegiatan penambangan, perusahaan memiliki kesempatan untuk melanjutkan produksi sekaligus membangun kembali kepercayaan para pemangku kepentingan. 

Ke depan, implementasi standar keselamatan yang lebih ketat diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menjalankan operasional yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Momentum ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas produksi nikel nasional yang memiliki peran strategis dalam industri global. Dengan pengelolaan yang lebih baik, sektor pertambangan diharapkan mampu terus berkontribusi terhadap perekonomian sekaligus menjaga aspek keselamatan dan keberlanjutan.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel

Penjualan Mobil Astra (ASII) Bulan April 2026 Tembus 41.752 Unit

Penjualan Mobil Astra (ASII) Bulan April 2026 Tembus 41.752 Unit

Prajogo Pangestu Akuisisi 57,5 Persen Saham PT ELPI Trans Cargo

Prajogo Pangestu Akuisisi 57,5 Persen Saham PT ELPI Trans Cargo

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif