IHSG Merosot 8,69 Persen Sepekan, Saham APIC Pimpin Top Losers
JAKARTA – Banyak saham membukukan penurunan tajam dan masuk ke dalam deretan top losers selama masa perdagangan 2—5 Juni 2026.
Saham PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC), PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI), hingga PT Aviana Sinar Abadi Tbk. (IRSX) menjadi beberapa emiten dengan koreksi paling dalam selama satu minggu.
Melihat data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham APIC menempati urutan pertama daftar top losers setelah jatuh 47,45% atau 465 poin dari Rp980 menjadi Rp515 per saham.
Urutan selanjutnya diisi oleh saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) yang anjlok 47,17% atau 100 poin menuju level Rp112 per saham. Pada posisi ketiga dihuni oleh saham PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE) yang melemah 43% ke level Rp57 per saham.
Berikutnya, saham FOLK menyusut 37,38% menuju angka Rp134 per saham. Sementara saham ELPI merosot 35,90% ke level Rp1.125 per saham, disusul IRSX yang terkoreksi 35,29% ke posisi Rp242 per saham.
Di samping itu, urutan selanjutnya dalam jajaran top losers ditempati oleh saham TAMA yang jatuh 35,03%, FUTR merosot 34,64%, STAR melemah 34,39%, dan BOGA yang anjlok 34,33% menuju level Rp880 per saham.
Selaras dengan kejatuhan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan melemah 8,69% sepanjang pekan ini dan mengakibatkan nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut kisaran Rp922 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyebutkan aktivitas perdagangan saham dalam sepekan ditutup dengan performa yang beragam.
"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami perubahan sebesar 8,69% sehingga ditutup pada level 5.594,765 dari posisi 6.127,381 pada pekan lalu," kata Kautsar dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kemerosotan IHSG ikut memangkas nilai kapitalisasi pasar BEI yang merosot 8,59% menjadi Rp9.807 triliun dari Rp10.729 triliun pada minggu sebelumnya.
Jika disandingkan dengan tren di awal tahun, nilai pasar Bursa sudah berkurang sekitar Rp6.207 triliun atau 38,8%. Merujuk pada data statistik BEI per 2 Januari 2026, nilai pasar kala itu menyentuh Rp16.014 triliun dengan posisi IHSG bertengger di level 8.748,13.
Di balik penurunan indeks dan kapitalisasi pasar, aktivitas transaksi justru memperlihatkan pertumbuhan. Rata-rata frekuensi transaksi harian merangkak naik 14,11% menjadi 2,41 juta kali transaksi dari yang sebelumnya sebesar 2,11 juta kali transaksi.
Bukan hanya itu, rata-rata volume transaksi harian bertambah 8,66% menjadi 33,63 miIiar saham dibandingkan dengan 30,95 miIiar saham pada minggu sebelumnya.
Namun demikian, rata-rata nilai transaksi harian justru menyusut 5,71% menjadi Rp26,97 triliun dari posisi Rp28,38 triliun pada pekan lalu.