Update Harga Pangan: Beras dan Bawang Naik, Kelompok Cabai Turun
JAKARTA - Berbagai macam komoditas pangan dilaporkan mengalami lonjakan nilai jual pada hari ini, Jumat (10/06/2026). Pergerakan naik tersebut melanda produk beras, khususnya untuk varian beras kualitas super I, beras kualitas super II, beras kualitas medium I, serta beras kualitas bawah II.
Tren kenaikan harga juga didapati pada komoditas bawang merah ukuran sedang sekaligus bawang putih ukuran sedang.
Lebih lanjut, produk minyak goreng dalam kemasan bermerek 1, minyak goreng kemasan bermerek 2, hingga komoditas daging sapi kualitas I pun terpantau mengalami peningkatan harga secara tipis.
Berdasarkan data acuan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional hari ini, rata-rata nilai jual untuk produk beras kualitas super I dipatok sebesar Rp17.550 per kg, atau terhitung naik Rp50 sepadan dengan 0,29%.
Di sisi lain, harga beras kualitas super II bertengger di angka Rp17.000 per kg atau merangkak naik 0,20%, lalu beras kualitas medium I melonjak 0,31% menuju level Rp16.250 per kg, dan beras kualitas bawah II dipasarkan senilai Rp14.650 per kg atau tumbuh sekitar 0,35%.
Sementara itu, untuk banderol beras kualitas medium II beserta kualitas bawah I dilaporkan tidak menunjukkan adanya pergeseran naik ataupun turun alias konstan. Varian beras medium II bertahan di angka Rp16.050 per kg dan untuk kualitas bawah I dipatok pada nominal Rp14.650 per kg.
Di samping komoditas tersebut, harga rata-rata untuk bawang merah ukuran sedang di kawasan pasar tradisional terdata mengalami peningkatan sebesar 2,3% atau setara Rp1.250 hingga menyentuh Rp55.600 per kg.
Lonjakan harga yang cukup signifikan juga melanda bawang putih ukuran sedang yang merangkak naik sebesar 7,85% atau setara Rp3.050 hingga bertengger pada level Rp41.900 per kilogram.
Berikutnya, pergerakan naik turut dirasakan oleh minyak goreng kemasan bermerek 1 sebesar 0,61% atau senilai Rp150 hingga menjadi Rp24.200 per kg. Selaras dengan itu, minyak goreng kemasan bermerek 2 ikut terkerek naik 0,43% sehingga nilainya bergeser ke angka Rp23.300 per kilogram.
Namun sebaliknya, nilai jual rata-rata untuk minyak goreng jenis curah di area pasar tradisional justru terdata mengalami penyusutan sebesar 0,48% atau berada di angka Rp20.600 per kilogram.
Rata-rata harga untuk kelompok cabai di pasar tradisional pun terpantau kompak melemah pada hari ini. Harga untuk jenis cabai rawit merah melosot sebesar 0,59% atau berkurang Rp450 menjadi Rp75.250 per kg.
Sementara itu, varian cabai merah besar turun cukup tajam hingga 4,03% menuju level Rp61.950 per kg. Nilai jual cabai merah keriting ikut melosot sebanyak 6,48% ke posisi Rp57.050 per kilogram. Adapun untuk cabai rawit hijau terkoreksi turun sebesar 1,99% hingga menjadi Rp54.250 per kg.
Selanjutnya, harga rata-rata untuk gula pasir lokal di pasar tradisional diumumkan tidak mengalami fluktuasi naik maupun turun alias stagnan di angka Rp19.100 per kg. Untuk produk gula pasir dengan kualitas premium, nilainya juga tidak berubah atau tetap bertengger di posisi Rp20.250 per kilogram.
Penurunan harga juga melanda komoditas telur ayam ras segar yang terpantau merosot 0,66% atau berkurang Rp200 menjadi Rp30.200 per kg. Produk daging ayam ras segar pun ikut mengalami koreksi harga ke bawah sebesar 2,49% hingga menjadi Rp37.200 per kilogram.
Untuk rata-rata harga daging sapi kualitas 1 mencatatkan peningkatan tipis sebesar 0,1% menuju level Rp148.650 per kg. Di sisi lain, harga daging sapi kualitas 2 justru mengalami penyusutan sebesar 0,32% menjadi Rp139.650 per kilogram.