Kamis, 14 Mei 2026

Saham BUMN Anjlok, Pengamat: Bukan karena BPI Danantara

Saham BUMN Anjlok, Pengamat: Bukan karena BPI Danantara
Saham BUMN Anjlok, Pengamat: Bukan karena BPI Danantara

Penurunan harga saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belakangan ini disebabkan oleh kondisi pasar global dan bukan akibat dari pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Hal ini disampaikan oleh ekonom keuangan senior, Achmad Deni Daruri, dalam sebuah keterangan tertulis pada Senin, 2 Desember 2024.

Menurut Deni, harga saham BUMN saat ini telah mencapai titik yang sangat tinggi akibat penurunan valuasi saham yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. "Harga saham BUMN saat ini memang sudah sangat mahal, mengingat penurunan valuasi saham yang dipicu banyak sebab. Misalnya, pembangunan proyek infrastruktur yang tidak efisien di periode lalu," ujarnya.

Founder Bumi Global Karbon (BGK) ini menambahkan bahwa penurunan harga saham BUMN diprediksi masih akan berlanjut ke depannya. Ia menyarankan agar BPI Danantara benar-benar cermat dalam menangani situasi ini, agar portofolio investasinya tidak terpengaruh negatif oleh fluktuasi harga saham BUMN.

"Oleh karena itu, BPI Danantara harus siap secara organisasi menyambut anjloknya harga saham BUMN hingga titik terendahnya," lanjut Deni. Ia juga menekankan pentingnya pembentukan struktur organisasi BPI Danantara yang kuat, termasuk menggandeng manajemen investasi, manajemen regional, dan manajemen perusahaan yang mampu bekerja sama untuk mencapai tujuan strategis.

Deni menyarankan agar tim manajemen investasi tersebut dipandu oleh Chief Investment Officer yang akan mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang investasi yang berpotensi memberikan nilai tambah jangka panjang. Selain itu, tim manajemen regional perlu mengelola portofolio investasi di berbagai wilayah secara efektif, sementara tim manajemen perusahaan harus memberikan dukungan operasional dan strategis.

"Sedangkan tim manajemen perusahaan menyediakan dukungan operasional dan strategis untuk seluruh organisasi. BPI Danantara harus menekankan pentingnya kepemimpinan yang berkelanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan," tambahnya.

Deni menutup penjelasannya dengan menyarankan agar presiden menunggu kesiapan BPI Danantara sebelum meresmikannya. "Dengan demikian, sangatlah tepat sekali jika presiden menunggu kesiapan BPI Danantara sebelum meresmikannya," tandasnya.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel

Danantara Jajaki Jadi Mitra Lokal Strategis di Weda Bay Nickel

Penjualan Mobil Astra (ASII) Bulan April 2026 Tembus 41.752 Unit

Penjualan Mobil Astra (ASII) Bulan April 2026 Tembus 41.752 Unit

Prajogo Pangestu Akuisisi 57,5 Persen Saham PT ELPI Trans Cargo

Prajogo Pangestu Akuisisi 57,5 Persen Saham PT ELPI Trans Cargo

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif

Kinerja Sido Muncul Turun di Awal 2026, Prospek Herbal Tetap Positif