Selasa, 31 Maret 2026

Digital Realty Bersama Hadir untuk Perkuat Infrastruktur Digital Indonesia

Digital Realty Bersama Hadir untuk Perkuat Infrastruktur Digital Indonesia
Foto: Ilustrasi Data Center

JAKARTA - Bersama Digital Infrastructure Asia (BDIA) dan Digital Realty resmi mengumumkan pembentukan perusahaan joint venture bernama Digital Realty Bersama. Kemitraan strategis ini, dengan kepemilikan saham seimbang 50:50, bertujuan untuk mengembangkan dan mengoperasikan pusat data (data center) di seluruh Indonesia guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang pesat di tanah air.

Menurut laporan Structure Research, pasar kolokasi di Jakarta diperkirakan akan mencapai nilai US$499 juta pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 11% selama lima tahun dan kebutuhan daya listrik hingga 54,6 Megawatt (MW). Proyeksi ini menunjukkan potensi besar yang siap dimanfaatkan melalui langkah strategis ini.

BDIA berkontribusi dengan menyertakan platform data center carrier-neutral berbasis Jakarta, yakni Bersama Digital Data Centres (BDDC), ke dalam joint venture ini. BDDC didukung oleh pemegang saham utama seperti PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), Provident Capital Partners, konsorsium yang dipimpin Macquarie Asset Management, serta Distro Hub.

Baca Juga

Kinerja Sinergi Inti Andalan Prima INET Melonjak Tajam Tahun 2025

Wakil Presiden Komisaris Digital Realty Bersama, Setyanto Hantoro, menyatakan bahwa peluncuran perusahaan ini menjadi tonggak baru dalam perkembangan ekosistem digital Indonesia. “Kami optimistis kerja sama erat antara Digital Realty dan BDIA akan menghasilkan infrastruktur vital yang mampu menopang ekonomi digital Indonesia yang sedang berkembang pesat,” ujar Setyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/3/2025). Ia juga menambahkan bahwa kemitraan ini memperluas jangkauan PlatformDIGITAL milik Digital Realty, yang telah memiliki lebih dari 300 fasilitas di 50 kota dan 25 negara di seluruh dunia.

Digital Realty Bersama saat ini mengelola kampus terkoneksi yang meliputi data center CGK 11 di Jakarta Pusat dan CGK 10 di Jakarta Barat. CGK 11, yang baru diluncurkan dengan kapasitas awal 5 MW, dirancang untuk dapat ditingkatkan hingga 32 MW pada tahap pengembangan berikutnya. Fasilitas ini menawarkan konektivitas andal di pusat kota Jakarta, termasuk akses langsung ke Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), serta didukung oleh ServiceFabric—platform Digital Realty yang memungkinkan pengelolaan alur kerja kompleks, infrastruktur TI hybrid, dan tugas berbasis kecerdasan buatan (AI).

Managing Director dan Head of Asia Pacific Digital Realty, Serene Nah, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. “Kami ingin memberikan fondasi kuat bagi perusahaan-perusahaan agar sukses di era digital, sekaligus mendorong inovasi teknologi seperti AI. Kemitraan ini memadukan keunggulan global Digital Realty dengan pemahaman lokal dan konektivitas BDDC, menciptakan nilai unik bagi pelanggan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Verena Lim, Co-Head Asia Pacific Macquarie Asset Management Infrastructure dan Asia Chief Executive Officer Macquarie Group, menilai sektor infrastruktur digital di Asia Tenggara sangat menjanjikan karena lonjakan konsumsi data. “Kami antusias bermitra dengan Digital Realty dan yakin keahlian global mereka, dipadukan dengan kehadiran lokal kami, akan mempercepat perkembangan ekonomi digital Indonesia,” katanya.

Digital Realty Bersama hadir sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekosistem digital di kawasan.

(kkz/kkz)

Kevin Khanza

Kevin Khanza

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pendapatan Personel Alih Daya Tembus Rp1,16 Triliun Sepanjang 2025

Pendapatan Personel Alih Daya Tembus Rp1,16 Triliun Sepanjang 2025

Personel Alih Daya Bukukan Laba Bersih Rp2,48 Miliar Tahun 2025

Personel Alih Daya Bukukan Laba Bersih Rp2,48 Miliar Tahun 2025

Gajah Tunggal Cetak Laba Rp1,24 Triliun Pada Tahun Buku 2025

Gajah Tunggal Cetak Laba Rp1,24 Triliun Pada Tahun Buku 2025

MAP Aktif Adiperkasa Bukukan Laba Bersih Rp1,72 Triliun 2025

MAP Aktif Adiperkasa Bukukan Laba Bersih Rp1,72 Triliun 2025

Diastika Biotekindo Raup Pendapatan Rp201 Miliar Sepanjang Tahun 2025

Diastika Biotekindo Raup Pendapatan Rp201 Miliar Sepanjang Tahun 2025