Selasa, 31 Maret 2026

Pengusaha Keluhkan Sulit Akses Modal KUR Belum Tepat Sasaran

Pengusaha Keluhkan Sulit Akses Modal KUR Belum Tepat Sasaran
Pengusaha Keluhkan Sulit Akses Modal KUR Belum Tepat Sasaran

JAKARTA - Pelaku industri konveksi di Indonesia masih menghadapi kesulitan besar dalam mengakses permodalan, meski pemerintah telah menyediakan skema seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Investasi Permanen Kecil (KIPK).

Banyak pelaku usaha kecil yang belum dapat memanfaatkan fasilitas ini karena terbentur persyaratan administratif dan agunan, sehingga program pembiayaan belum sepenuhnya efektif bagi mereka.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung (IPKB), Nandi Herdiaman, menegaskan perlunya perbaikan sistem agar dukungan finansial bisa benar-benar menjangkau IKM yang membutuhkan.

Baca Juga

Panduan Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Beserta Syarat Pengajuan Lengkap

Hambatan Administratif dan Agunan Menghalangi Usaha Kecil

Menurut Nandi, sebagian besar anggota IPKB tidak memiliki agunan yang memadai atau catatan keuangan yang rapi, serta pengalaman mengelola usaha berskala besar.

Kondisi ini membuat akses ke pembiayaan formal dari perbankan menjadi sulit, meskipun pemerintah telah menyiapkan skema KUR dan KIPK.

“Program KUR dan KIPK yang disediakan pemerintah tidak dapat dinikmati oleh banyak pelaku usaha kecil menengah karena tidak memenuhi syarat dan ketentuan,” jelas Nandi.

Dampak Pandemi dan Persaingan Produk Impor

Kebutuhan modal bagi IKM konveksi semakin mendesak karena banyak usaha yang gulung tikar sejak pandemi Covid-19.

Selain itu, tekanan pasar datang dari masuknya produk impor ilegal, yang membuat pelaku usaha lokal semakin sulit bertahan dan bersaing.

“Kami berharap pemerintah dapat menciptakan program permodalan yang tepat sasaran, mengingat banyak IKM yang sudah gulung tikar semenjak Covid-19 dan kalah saing dari impor ilegal,” kata Nandi.

Dukungan Modal dan Pelatihan untuk Daya Saing

Nandi menilai kebijakan pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri sudah berjalan, tetapi perlu diimbangi dengan permodalan dan peningkatan kualitas SDM.

“Market sudah didukung pemerintah untuk domestik, maka dari itu pelaku sudah pasti butuh modal dan SDM yang berdaya saing,” ujar dia.

Selain modal, IPKB mendorong adanya bantuan teknis dan pelatihan agar IKM konveksi mampu berkembang dan bersaing di pasar global.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium

Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium

IHSG Selasa 31 Maret 2026 Dibuka Menguat Seiring Sentimen Positif

IHSG Selasa 31 Maret 2026 Dibuka Menguat Seiring Sentimen Positif

Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025

Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025

Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025

Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025

Prospek Jangka Panjang Rupiah Masih Optimis dan Stabil 31 Maret 2026

Prospek Jangka Panjang Rupiah Masih Optimis dan Stabil 31 Maret 2026