Tim Investigasi Kementerian ESDM Selidiki Tragedi Maut Tambang Pondi di Pemali
JAKARTA - Tragedi memilukan yang merenggut nyawa tujuh pekerja di kawasan tambang Pondi Pemali, Kabupaten Bangka, kini menjadi sorotan utama pemerintah pusat. Insiden longsor yang terjadi pada Senin sore (2/2) tersebut memicu respons cepat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pemerintah telah mengambil langkah tegas dengan mengutus tim ahli untuk menginvestigasi secara langsung penyebab kecelakaan yang mematikan tersebut.
Kehadiran tim teknis dari pusat ini bertujuan untuk memastikan faktor-faktor penyebab kecelakaan, sekaligus mengevaluasi kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di wilayah tersebut. Skala insiden yang besar membuat pengawasan langsung dari kementerian menjadi prioritas guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Respons Cepat Wakil Menteri ESDM Terkait Investigasi Lapangan di Bangka
Langkah nyata pemerintah pusat dikonfirmasi langsung oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung. Beliau menyatakan bahwa tim dari Direktorat Teknik dan Lingkungan (Dirtekling) telah diterjunkan ke lokasi kejadian di Bangka Belitung untuk melakukan pemeriksaan mendalam.
“Ini ada Direktur Tekling yang turun ke lapangan, ke Bangka Belitung,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di sela-sela acara “Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026 Kemitraan, Permodalan, dan Teknologi” yang digelar di Jakarta.
Kehadiran Direktur Tekling di lapangan menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menganggap remeh insiden yang menelan korban jiwa dalam jumlah banyak ini.
Urgensi Tata Kelola Pertambangan yang Benar untuk Menghindari Longsor Maut
Selain mengirimkan tim investigasi, Wamen ESDM juga memberikan peringatan keras kepada seluruh pelaku usaha pertambangan.
Tragedi di Pemali ini dianggap sebagai alarm keras mengenai pentingnya aspek keselamatan dan regulasi yang ketat. Tanpa prosedur yang baku, aktivitas pertambangan akan terus menjadi ancaman bagi nyawa para pekerja.
Agar insiden longsor tambang timah tak lagi terjadi, Yuliot mengingatkan pentingnya penerapan tata kelola pertambangan yang baik dan benar. Menurutnya, aspek teknis dan legalitas harus berjalan beriringan demi keselamatan bersama.
“Kuncinya ada di tata kelola. Tata kelola pertambangan yang baik itu harus diimplementasikan,” ucapnya dengan tegas.
Kronologi Mencekam Longsor di Area Tambang Inkonvensional Pondi Pemali
Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan maut tersebut terjadi pada Senin (2/2) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, para pekerja tengah beraktivitas mencari bijih timah di kedalaman tambang.
Tanpa diduga, dinding tanah di sekeliling mereka runtuh seketika. Tanah longsor tersebut terjadi dengan mengeluarkan suara yang cukup keras, mengubur para pekerja di bawah timbunan material bumi.
Aktivitas penambangan ini diduga kuat merupakan tambang inkonvensional milik pribadi yang beroperasi tanpa izin resmi, meski berada di atas area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.
Di sisi lain, pihak korporasi telah memberikan klarifikasi terkait kedudukan operasional di lokasi tersebut. PT Timah tegaskan kecelakaan tambang di Pemali bukan aktivitas perusahaan, melainkan aktivitas di luar kendali manajemen operasional mereka.
Upaya Pencarian Intensif dan Data Terkini Korban Timbunan Tanah
Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Rusmansyah, yang memantau langsung proses evakuasi di Sungailiat memberikan rincian data korban hingga Selasa pagi.
Berdasarkan laporan terkini, terdapat total delapan orang pekerja yang menjadi korban tertimbun dalam musibah tersebut. "Enam orang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," jelas Rusmansyah.
Proses penemuan korban dilakukan secara bertahap dalam kondisi medan yang sulit. Enam pekerja yang tewas tersebut ditemukan dalam dua waktu berbeda; tiga orang pada Senin malam dan tiga orang lainnya ditemukan pada Selasa dini hari.
Sementara itu, satu pekerja dilaporkan selamat meskipun harus menderita luka-luka di bagian kaki. Hingga Selasa pagi, masih ada satu pekerja lagi yang dinyatakan hilang. "Tim gabungan melanjutkan pencarian satu orang yang belum ditemukan hari ini dimulai sekitar pukul 06.00 WIB," kata Rusmansyah.
Transformasi Pengawasan Tambang Menuju Standar Keselamatan yang Lebih Ketat
Investigasi yang dilakukan oleh tim Dirtekling Kementerian ESDM diharapkan mampu memberikan rekomendasi komprehensif terkait pengawasan tambang rakyat dan tambang inkonvensional di Bangka Belitung.
Tragedi di Pondi Pemali ini membuka mata banyak pihak bahwa penertiban izin dan pengawasan teknis di lapangan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
Langkah kementerian yang turun langsung ke lapangan diharapkan mampu memberikan keadilan bagi para korban serta memberikan tekanan bagi para pemilik tambang untuk lebih mengutamakan nyawa pekerja di atas keuntungan materi.
Ke depannya, implementasi tata kelola yang ditekankan oleh Wamen ESDM diharapkan menjadi standar baru agar kekayaan alam Indonesia, khususnya timah, tidak lagi harus dibayar dengan nyawa.