Menko AHY Dorong Sinergi Infrastruktur Fisik dan Digital Demi Kedaulatan Negara

EK
Kamis, 26 Februari 2026
Menko AHY Dorong Sinergi Infrastruktur Fisik dan Digital Demi Kedaulatan Negara
Menko AHY Dorong Sinergi Infrastruktur Fisik dan Digital Demi Kedaulatan Negara

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), menekankan pentingnya integrasi mendalam antara pembangunan fisik dan sistem digital. Langkah strategis ini dinilai sangat krusial dalam upaya memperkuat sistem keamanan siber nasional serta menjaga kedaulatan negara di era modern. Pernyataan tersebut menjadi inti sari saat beliau hadir untuk memberikan pandangan utamanya dalam agenda koordinasi tingkat nasional.

Penyampaian ini dilakukan Menko AHY saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Keamanan Siber dan Sandi Tahun Anggaran 2026. Acara yang berlangsung pada Selasa (25/2/2026) tersebut diselenggarakan secara resmi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Jakarta. Kehadiran Menko AHY dalam forum ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur saat ini tidak lagi bisa dipandang hanya dari sisi beton dan baja semata.

Integrasi Infrastruktur Fisik dan Keamanan Siber Nasional

Visi besar pemerintah dalam membangun konektivitas wilayah kini harus beriringan dengan penguatan benteng pertahanan di dunia maya yang semakin kompleks. Menko AHY menegaskan pembangunan infrastruktur merupakan faktor krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai target sebesar 8 persen. Sinergi antara fisik dan digital diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dari ancaman siber.

Dalam forum tersebut, Menko AHY memaparkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara kepulauan yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik. Posisi geografis yang sangat unik ini menuntut adanya infrastruktur yang tangguh untuk mendukung mobilitas sekaligus melindungi aset digital bangsa. "Infrastruktur tidak hanya akan menurunkan biaya logistik, tetapi juga meningkatkan produktivitas nasional," jelas AHY di hadapan para peserta rakornas.

Fondasi Pembangunan Nasional dalam Agenda Presiden Prabowo

Menko AHY juga menyoroti bagaimana arah pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada ketahanan di berbagai sektor vital. Beliau menyampaikan bahwa agenda nasional saat ini bertumpu sepenuhnya pada ketahanan pangan, pasokan air yang stabil, serta kemandirian energi nasional. Semua elemen tersebut memerlukan dukungan infrastruktur fisik yang modern dan sistem digital yang terproteksi dengan sangat baik.

"Presiden Prabowo telah sangat jelas memaparkan agenda pembangunan nasional yang bertumpu pada ketahanan pangan, pasokan air, dan energi melalui langkah-langkah berkelanjutan," ujar AHY. Beliau menambahkan bahwa penguatan fondasi ini merupakan langkah penting untuk mengamankan masa depan bangsa dari segala bentuk tantangan global. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar setiap proyek pembangunan memiliki nilai tambah bagi ketahanan nasional secara menyeluruh.

Transformasi Sektor Industri Melalui Pemanfaatan Ekonomi Digital

Strategi pembangunan masa depan Indonesia menurut Menko AHY tidak boleh lagi hanya bergantung pada tingkat konsumsi domestik masyarakat semata. Diperlukan sebuah lompatan strategi yang menyeluruh, mencakup transformasi dari sektor pertanian tradisional menuju industri manufaktur yang lebih modern dan efisien. Pengembangan ekonomi digital menjadi katalisator utama dalam mempercepat proses transformasi ini demi kesejahteraan rakyat yang lebih merata.

Pembangunan infrastruktur digital yang kuat akan menjamin distribusi informasi dan data yang lebih aman di seluruh pelosok tanah air. "Ini adalah fondasi penting untuk mengamankan masa depan bangsa," tegasnya kembali untuk menekankan urgensi dari kolaborasi pembangunan tersebut. Dengan demikian, kedaulatan negara tidak hanya dijaga di perbatasan fisik, tetapi juga melalui kemandirian teknologi dan perlindungan data nasional.

Infrastruktur Berkelanjutan untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Lebih lanjut, Menko AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus mampu menjamin ketersediaan sumber daya esensial bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal ini mencakup ketersediaan air untuk lahan pertanian, pasokan energi untuk industri, hingga penyediaan perumahan yang layak bagi para pekerja. Fokus pembangunan ini diarahkan untuk mendukung mobilitas perkotaan dan konektivitas antarwilayah yang lebih efektif dan efisien.

Investasi pada sektor infrastruktur yang terintegrasi ini diyakini akan menjadi penentu utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Menko AHY juga mengingatkan pentingnya ketahanan terhadap perubahan iklim dalam setiap perencanaan proyek pembangunan infrastruktur fisik di masa mendatang. Dengan pendekatan yang komprehensif, pembangunan diharapkan tidak hanya mengejar aspek fisik, tetapi juga aspek keberlanjutan dan keamanan digital.

Visi Masa Depan Menuju Kedaulatan Digital Indonesia

Sebagai penutup, Menko AHY mengajak seluruh pihak untuk menyadari bahwa tantangan masa depan akan sangat bergantung pada kekuatan infrastruktur digital. Kolaborasi antara pembangunan fisik dan digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan demi menjaga martabat bangsa di mata dunia. Keamanan siber yang kuat akan menjadi jaminan bahwa seluruh pembangunan fisik yang dilakukan dapat berfungsi optimal tanpa gangguan teknis.

Beliau berharap melalui Rakornas BSSN ini, tercipta sinergi yang lebih solid antara penyedia infrastruktur fisik dan pengelola keamanan siber nasional. "Ini termasuk infrastruktur yang menjamin ketersediaan air untuk pertanian, energi untuk industri, hingga perumahan bagi para pekerja," jelas AHY. Melalui visi yang terintegrasi ini, Indonesia optimis dapat mencapai target pembangunan yang ambisius sekaligus menjaga kedaulatan negara secara utuh.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua