Presiden Prabowo Tegaskan Perayaan Imlek Nusantara Cerminkan Jati Diri Bangsa Indonesia

EK
Minggu, 01 Maret 2026
Presiden Prabowo Tegaskan Perayaan Imlek Nusantara Cerminkan Jati Diri Bangsa Indonesia
Presiden Prabowo Tegaskan Perayaan Imlek Nusantara Cerminkan Jati Diri Bangsa Indonesia

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa perayaan Imlek Nusantara merupakan manifestasi nyata dari jati diri bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya dan etnis.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara perayaan Imlek Nasional tahun ini yang dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, pemuka agama, serta perwakilan warga Tionghoa dari seluruh pelosok tanah air.

Kepala Negara menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan sebagai kekuatan utama dalam membangun masa depan bangsa yang lebih tangguh, adil, dan sejahtera bagi semua.

Imlek Sebagai Bagian Tak Terpisahkan Dari Budaya Nasional

Dalam sambutannya pada Minggu 1 Maret 2026, Presiden menegaskan bahwa tradisi Imlek di Indonesia telah mengalami proses akulturasi yang sangat panjang hingga menjadi identitas khas nusantara.

Eksistensi budaya Tionghoa diakui telah memberikan kontribusi besar dalam mewarnai corak kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia sejak berabad-abad yang lalu hingga saat ini.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan ruang yang setara bagi seluruh ekspresi budaya dari setiap suku bangsa sebagai wujud pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pesan Persatuan dan Solidaritas di Tengah Momentum Perayaan

Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat Tahun Baru Imlek sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan saling gotong royong antar sesama warga.

Keharmonisan antarumat beragama dan etnis dinilai sebagai modal sosial yang sangat mahal harganya dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika tantangan global yang semakin kompleks.

Perayaan yang meriah namun tetap khidmat ini diharapkan mampu memupuk rasa persaudaraan yang lebih erat sehingga tidak ada lagi sekat-sekat perbedaan yang dapat memecah belah keutuhan NKRI.

Kontribusi Masyarakat Tionghoa Dalam Pembangunan Ekonomi RI

Kepala Negara juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peran aktif masyarakat Tionghoa dalam memajukan sektor perekonomian nasional melalui berbagai inovasi dan investasi di berbagai bidang industri.

Semangat kewirausahaan yang dimiliki oleh warga Tionghoa diharapkan dapat terus bersinergi dengan program-program pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi angka kemiskinan di daerah.

Pemerintah menjamin kepastian hukum dan keamanan bagi seluruh pelaku usaha tanpa memandang latar belakang etnis agar iklim investasi di Indonesia tetap menjadi yang terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Harapan Kedamaian dan Kesejahteraan Di Tahun Baru Imlek

Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini dimaknai sebagai harapan baru untuk meraih kesuksesan yang lebih besar serta kedamaian yang menyelimuti seluruh tumpah darah Indonesia tercinta.

Presiden mendoakan agar seluruh rakyat Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas harian serta pengabdiannya kepada bangsa dan negara yang sangat luas ini.

Wajah ceria para tamu undangan yang hadir mencerminkan optimisme bangsa dalam menghadapi tahun-tahun mendatang dengan penuh keberanian dan keyakinan akan kejayaan Indonesia di kancah dunia internasional.

Komitmen Melestarikan Tradisi Untuk Generasi Mendatang

Pemerintah melalui kementerian terkait akan terus mendukung upaya pelestarian tradisi Imlek Nusantara agar nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya dapat dipelajari oleh generasi muda Indonesia.

Edukasi mengenai sejarah keberagaman bangsa sangat penting dilakukan sejak dini guna membentuk karakter anak bangsa yang inklusif, toleran, dan memiliki rasa bangga terhadap identitas nasionalnya.

Keberhasilan penyelenggaraan Imlek Nasional tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia adalah rumah besar yang ramah bagi seluruh rakyatnya, di mana setiap perbedaan dirayakan sebagai anugerah Tuhan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua