JAKARTA - Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada awal April 2026 memicu perhatian serius pemerintah pusat.
Sejumlah fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk tempat ibadah yang menjadi pusat kegiatan masyarakat setempat.
Salah satu lokasi yang terdampak adalah Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus di Rumengkor, Kabupaten Minahasa. Bangunan gereja tersebut mengalami kerusakan akibat gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026.
Baca JugaMayoritas Wilayah DKI Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
Untuk memastikan kondisi bangunan sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto melakukan kunjungan langsung ke gereja tersebut.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah gereja diketahui ikut terdampak guncangan gempa. Pemerintah ingin memastikan bahwa bangunan tersebut tetap aman digunakan oleh umat yang akan melaksanakan rangkaian ibadah Jumat Agung.
Kunjungan BNPB ke Gereja Rumengkor Pasca Gempa
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengunjungi Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus di Rumengkor, Kabupaten Minahasa, setelah bangunan tersebut terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara.
Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan gereja yang pada hari tersebut digunakan untuk perayaan ibadah Jumat Agung.
"Penanganan kerusakan akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa," ujar Suharyanto di Rumengkor, melansir Antara, Sabtu (4/4/2026).
Selain melakukan pengecekan kondisi bangunan, Suharyanto juga menyerahkan bantuan kepada pihak gereja sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp10 juta serta paket makanan bagi anak-anak dan lansia yang berada di lingkungan gereja.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat setelah peristiwa gempa yang menimbulkan kerusakan di berbagai wilayah di Sulawesi Utara.
Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, Pst Emmanuel Ohoiwutun, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi gereja dan masyarakat di sekitarnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat segera diwujudnyatakan sehingga membantu proses pemulihan fasilitas yang terdampak.
Gempa Tektonik Guncang Sulawesi Utara
Sebelumnya, gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara pada Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa tersebut memiliki parameter magnitudo M7,6 dengan episenter yang terletak pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT.
Lokasi gempa berada di laut pada jarak sekitar 129 kilometer arah tenggara dari Kota Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman mencapai 33 kilometer.
Guncangan gempa tersebut dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, termasuk di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa.
Di Kota Manado, gempa menyebabkan satu orang meninggal dunia serta beberapa warga lainnya mengalami cedera.
Selain korban jiwa, sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan. Salah satu bangunan yang rusak adalah sayap kiri gedung KONI di kawasan Sario, Manado.
Sementara itu, di Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor-Minahasa, plafon bangunan dilaporkan jatuh akibat guncangan gempa.
Pemerintah Siapkan Langkah Penanganan Pascabencana
Dampak gempa yang tersebar di sejumlah wilayah membuat pemerintah daerah mulai mengambil langkah penanganan darurat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berencana segera menetapkan status tanggap darurat bencana, mengikuti dua kabupaten yang sebelumnya telah lebih dahulu menetapkan status serupa.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab terhadap perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
"Untuk rumah masyarakat yang rusak, akan diperbaiki oleh pemerintah. Polanya sama seperti di daerah bencana lain," ujar Suharyanto saat mengunjungi lokasi gempa di gedung KONI Sulut di Kecamatan Sario, Kota Manado, Jumat, 3 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa rumah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang akan diperbaiki, sementara rumah dengan kerusakan berat akan diganti atau dibangun kembali.
Proses tersebut akan mengikuti mekanisme yang berlaku dengan mempertimbangkan pengajuan dari pemerintah daerah serta kemampuan fiskal masing-masing wilayah.
Jika pemerintah daerah menyerahkan penanganannya kepada pemerintah pusat, maka pemerintah pusat akan mengambil alih proses perbaikan tersebut.
Selain perbaikan rumah warga, pemerintah juga memastikan bantuan bagi keluarga korban jiwa akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Selain bantuan perbaikan rumah, Kementerian Sosial telah memonitor pemberian santunan bagi ahli waris korban jiwa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ucap Suharyanto.
Kerusakan Infrastruktur di Berbagai Wilayah Sulut
Gempa bumi tersebut menimbulkan dampak cukup luas di berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Sulawesi Utara, George Randang, menyebutkan bahwa gempa menyebabkan satu korban meninggal dunia serta tiga warga lainnya mengalami luka-luka.
"Di Kota Manado, kerusakan tersebar di berbagai titik vital. Gedung KONI di Kelurahan Sario menjadi saksi kekuatan gempa setelah eksteriornya runtuh," ungkap George Randang.
Korban jiwa dalam peristiwa tersebut adalah Deitje Lahia (70), seorang pemilik kios yang berada di samping bangunan yang ambruk.
Selain itu, sejumlah infrastruktur pemerintahan dan fasilitas publik juga mengalami kerusakan.
Dinding Four Points by Sheraton Manado dilaporkan mengalami retakan. Kerusakan juga terjadi di Mall Pelayanan Publik milik Bapenda serta Kantor Wali Kota.
Di Kecamatan Mapanget, atap plafon Gereja Advent Perum Tamara juga dilaporkan ambruk akibat gempa, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.
Dampak gempa juga dirasakan di Kabupaten Minahasa Utara. Sejumlah fasilitas kesehatan dan pendidikan mengalami kerusakan, termasuk Puskesmas Talawaan serta beberapa bangunan sekolah seperti SD Inpres Kaleosan dan SMPN 3 Satap Kalawat.
Sementara itu di Kabupaten Minahasa, satu rumah warga di Desa Tandengan Satu dilaporkan mengalami kerusakan berat.
"Satu warga bersama Refolino Rumagit asal Desa Kiniar, Kabupaten Minahasa mengalami luka ringan akibat terkena material yang jatuh saat gempa," ujarnya.
Di Kota Bitung, gempa juga merusak sejumlah bangunan penting seperti Kantor Wali Kota, Kantor BPBD, tiga rumah warga, serta gedung Gereja GMIM Petra.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
KA Prameks Kutoarjo Jogja Beroperasi Sabtu 4 April 2026 Ini Jadwalnya
- Sabtu, 04 April 2026
ASDP Respons Lonjakan Kendaraan Penyeberangan Ketapang Gilimanuk Hari Ini
- Sabtu, 04 April 2026












