Program SMK Go Global Berangkatkan 200 PMI Indonesia Ke Jepang
- Sabtu, 04 April 2026
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program yang membuka peluang kerja di tingkat internasional.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberangkatkan pekerja migran Indonesia yang telah memiliki keterampilan khusus untuk bekerja di luar negeri melalui jalur resmi dan terstruktur.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program SMK Go Global yang digagas pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi lulusan sekolah menengah kejuruan menembus pasar tenaga kerja internasional. Dalam program ini, ratusan pekerja migran Indonesia diberangkatkan ke Jepang untuk bekerja di sektor industri dengan standar kompetensi global.
Baca JugaMayoritas Wilayah DKI Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin secara langsung melepas keberangkatan para pekerja migran tersebut. Pemberangkatan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar global.
Program SMK Go Global Buka Peluang Kerja Internasional
Sebanyak 200 pekerja migran Indonesia diberangkatkan ke Jepang melalui program SMK Go Global yang digagas pemerintah. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada lulusan sekolah kejuruan agar dapat bekerja di luar negeri dengan bekal keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Cak Imin menjelaskan bahwa pemberangkatan para pekerja migran tersebut menggunakan skema Specified Skilled Worker atau SSW, khususnya di sektor manufaktur. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas di tingkat internasional.
"Tahap pertama ini kita akan memberangkatkan sekitar 200 orang lebih. Malam ini dimulai dari 50 orang untuk berangkat ke Jepang dengan kontrak lima tahun," kata Cak Imin dikutip dari Antara, Sabtu, 4 April 2026.
Para pekerja migran yang diberangkatkan berasal dari berbagai sekolah menengah kejuruan di sejumlah daerah di Indonesia. Mereka telah melalui proses pelatihan yang meliputi peningkatan keterampilan teknis serta kemampuan bahasa agar siap bekerja di lingkungan industri Jepang.
Lulusan SMK Disiapkan Dengan Keterampilan Khusus
Program SMK Go Global dirancang untuk memastikan bahwa lulusan sekolah kejuruan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Oleh karena itu, para calon pekerja migran yang diberangkatkan telah menjalani proses pelatihan yang cukup intensif sebelum keberangkatan.
Cak Imin menegaskan bahwa para peserta program tidak akan diberangkatkan jika belum benar-benar siap bekerja di luar negeri. Persiapan tersebut mencakup pelatihan keterampilan kerja hingga penguasaan bahasa yang dibutuhkan di negara tujuan.
"Sudah (dilatih), dan kalau tidak boleh berangkat sebelum siap. Jadi mereka langsung kerja," ungkap Cak Imin.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa itu juga menambahkan bahwa para pekerja migran yang berangkat ke Jepang memiliki keahlian khusus sesuai kebutuhan industri di negara tersebut. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan dapat langsung beradaptasi dengan lingkungan kerja dan memberikan kontribusi yang baik.
Selain membuka peluang kerja bagi lulusan SMK, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan negara lain terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia.
Kerja Sama Indonesia Dan Jepang Tingkatkan Kualitas SDM
Menurut Cak Imin, pengiriman pekerja migran melalui program ini merupakan bagian dari komitmen kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Para pekerja migran yang berangkat tidak hanya diharapkan bekerja di sektor industri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman kerja mereka di tingkat internasional.
Eks Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia itu menjelaskan bahwa pengalaman bekerja di luar negeri akan memberikan banyak manfaat bagi para pekerja migran, terutama dalam meningkatkan kapasitas keterampilan dan standar profesional mereka.
"Karena mereka kita harapkan bukan saja bekerja tetapi juga meningkatkan kapasitas. Belajar untuk terus memiliki kualitas dengan standar global. Saya mengajak kepada semua SMK-SMK untuk terus mengejar kapasitas kualitas standar global itu, sehingga nanti banyak negara maju kekurangan tenaga kerja. Dan itu kesempatan buat anak-anak kita untuk belajar," ungkap Cak Imin.
Ia juga meyakini bahwa tenaga kerja Indonesia akan semakin dibutuhkan oleh berbagai negara maju di masa depan, termasuk Jepang, Korea Selatan, hingga negara-negara di kawasan Eropa.
Pekerja Migran Diharapkan Jadi Agen Transformasi Ekonomi
Pemerintah menilai pekerja migran memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pekerja migran Indonesia akan terus menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan pemberdayaan masyarakat.
Cak Imin menyebut bahwa para pekerja migran tidak hanya diharapkan bekerja di luar negeri, tetapi juga dapat menjadi agen transformasi ekonomi ketika kembali ke Indonesia.
Dengan pengalaman kerja internasional yang dimiliki, mereka diharapkan mampu membawa pengetahuan, keterampilan, serta etos kerja yang lebih baik sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga mengingatkan para calon pekerja migran agar selalu menjaga integritas dan profesionalisme selama bekerja di luar negeri.
Ia juga mengimbau mereka untuk menghormati hukum dan budaya negara tujuan serta mengelola keuangan dengan bijak demi masa depan yang lebih baik.
Program SMK Go Global sendiri menjadi salah satu perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut merupakan instruksi langsung kepada Menko Pemberdayaan Masyarakat setelah Rapat Kabinet pada 5 November 2025.
Cak Imin menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini masih berada pada tahap awal sebagai fase pengujian model. Program tersebut didukung pembiayaan melalui dana corporate social responsibility atau CSR dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara.
"Dari sini, model program diuji dan disempurnakan, sebagai fondasi menuju implementasi skema reguler yang saat ini tengah disiapkan," ujar Cak Imin.
Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak lulusan SMK yang memiliki kesempatan bekerja di luar negeri dengan keterampilan berstandar global sekaligus membawa manfaat bagi pembangunan Indonesia.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Tokio Marine Indonesia Ungkap Tantangan Penguatan Ekuitas Industri Asuransi
- Sabtu, 04 April 2026
Berita Lainnya
BNPB Kunjungi Gereja Rumengkor Minahasa Usai Gempa Besar Sulawesi Utara
- Sabtu, 04 April 2026













