Selasa, 31 Maret 2026

Pemerintah Akan Uji Coba Bansos Berbasis Govtech pada Januari 2026

Pemerintah Akan Uji Coba Bansos Berbasis Govtech pada Januari 2026
Foto: Ilustrasi Penyaluran Bansos Tunai

JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah inovatif untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) melalui sistem teknologi pemerintahan modern, yang dikenal sebagai Govtech. Uji coba ini dijadwalkan mulai berlangsung pada Januari 2026, dengan tujuan memastikan bantuan sampai tepat sasaran.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan rencana ini dalam sebuah konferensi pers. Ia menjelaskan bahwa bansos akan didistribusikan langsung ke rekening bank setiap keluarga penerima. “Atas arahan Presiden Prabowo, kami sedang mempersiapkan agar seluruh keluarga di Indonesia memiliki rekening bank. Uji coba Govtech untuk bansos akan dimulai pada Januari 2026, sehingga penyalurannya lebih akurat,” ungkap Luhut, sebagaimana dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 19 Maret 2025.

Meski belum memaparkan mekanisme lengkapnya, Luhut menegaskan bahwa Govtech akan menjadi fondasi baru dalam sistem pemerintahan. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan teknologi ini pada 17 Agustus 2025. “Govtech akan menyatukan seluruh aplikasi di kementerian dan lembaga pemerintah, meningkatkan efisiensi, dan meminimalkan risiko korupsi,” kata Luhut.

Baca Juga

Prabowo Sebut Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang Negara

Lebih lanjut, ia menyatakan keyakinannya bahwa penerapan sistem ini akan membawa penghematan besar bagi anggaran negara, yang diperkirakan mencapai Rp100 triliun. “Kami telah menghitung potensi penghematannya, dan secara bertahap, target ini akan tercapai. Detail angkanya akan kami sampaikan nanti, tetapi studi dan persiapan integrasinya sudah berjalan,” ujar Luhut, yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

Sebelumnya, Luhut juga sempat mengungkapkan bahwa Govtech akan digunakan untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan pendekatan berbasis barcode. Teknologi ini dirancang agar penerima hanya dapat menggunakan bantuan untuk membeli kebutuhan pokok sesuai ketentuan pemerintah. “Setiap penerima BLT akan punya rekening bank dan barcode khusus. Dana itu hanya bisa dipakai untuk barang tertentu, seperti telur atau ayam, sesuai arahan,” jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta pada 9 Januari 2025.

Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mempermudah distribusi bansos, tetapi juga memperkuat transparansi dan pengawasan penggunaan dana publik. Pemerintah optimistis Govtech akan menjadi tonggak baru dalam transformasi pelayanan masyarakat.

(kkz/kkz)

Kevin Khanza

Kevin Khanza

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Siapkan 45 Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah Madinah

Pemerintah Siapkan 45 Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah Madinah

Prabowo Bertemu PM Jepang Bahas Kerja Sama Strategis Bilateral

Prabowo Bertemu PM Jepang Bahas Kerja Sama Strategis Bilateral

Presiden Terima Laporan 280 Jembatan Perintis Rampung Dibangun

Presiden Terima Laporan 280 Jembatan Perintis Rampung Dibangun

Ditjenpas Siap Jalankan Kebijakan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat

Ditjenpas Siap Jalankan Kebijakan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat

Harga Sembako Jawa Timur Selasa, 31 Maret 2026 Ayam Turun

Harga Sembako Jawa Timur Selasa, 31 Maret 2026 Ayam Turun